Walikota Depok, Mohammad Idris.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, dibuat tidak bisa tertidur nyenyak. Saban harinya angka terpapar Virus Korona terus bertambah. Belum lagi dengan angka yang meninggal. Jumat (10/4), tercatat sudah 83 orang positif, 10 meninggal dan sembuh masih 11.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris menyebut, berusaha untuk melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Depok. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal mencapai 33 orang. Namun, status PDP merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif maupun negatif. Karena harus menunggu hasil PCR.

“Data hanya dikeluarkan oleh PHEOC Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Jumat (10/4).

Update terkini Covid-19 Kota Depok, jumlah kasus terkinformasi sebanyak 83 orang, sembuh 11 orang, dan meninggal 10 orang. Angka tersebut bertambah enam pada pasien positif, dan dua meninggal positif.

Sementara hari ini (kemarin), untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 622 orang, selesai pemantauan tujuh orang, dan masih dalam pemantauan 615 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 667 orang, selesai pengawasan 121 orang, dan masih dalam pengawasan 546 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.276 orang, selesai pemantauan 256 orang, dan masih dalam pematauan 2.020 orang.

Idrismenuturkan, dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 Kota Depok maupun Jabodetabek. Pria yang juga menjabat Walikota Depok ini meminta, kesadaran masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Apabila masyarakat memiliki keperluan mendesak, diharapkan selalu mengenakan masker dan menjaga jarak fisik guna mencegah penularan Covid-19. “Kami mengimbau selalu tetap waspada dan jaga jarak serta kenakan masker saat keluar rumah,” terang walikota.

Menimpali banyaknya pesebaran, Ketua Satgas Covid-19 IDI Kota Depok, dr Alif Noeriyanto Rahman mengatakan, Kota Depok harus segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut dokter Alif, penyebaran dan bertambahnya pasien positif Covid-19 di Kota Depok, lantaran masih bebasnya warga beraktivitas sehingga tidak mengindahkan sosial distancing secara masif. “Kota Depok harus memberlakuan PSBB sesegera mungkin,” kata dokter Alif, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Selain itu, edukasi pola hidup bersih dan sehat harus dilakukan semasif mungkin dengan berbagai cara. Naik dari media masa, dan sarana aplikasi online, bahkan media sosial. Bila perlu dilakukan di tingkat RT, RW, agar edukasi bisa menjangkau berbagai kalangan, termasuk orang tua yang tidak menggunakan medsos.

Pemerintah juga diharapkan, dapat dengan sukarela menyebarkan masker dan mewajibkan penggunaanya ke seluruh masyarakat. “Kalau masih banyak yang membandel, pemerintah harus menyiapkan sangki sebagai efek jera bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, menentukan rumah sakit khusus Covid-19 juga harus di segerakan. Karena dianggap sangat berperan penting. Serta memperbanyak RS sayap pendukung supaya kapasitas bed meningkat. “Tapi jangan lupa untuk juga mencukupi tenaga kesehatannya dan fasilitas kesehatannya, terutama ventilator sebagai alat bantu napas serta alat bantu diagnosis berbasis PCR,” tandas dokter Alif. (rd/dic/rub)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya