korona bunuh job parade
MENGELUH: Ketua Parade Kota Depok, Eman Empat Sekwan keluhkan dampak Korona di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
korona bunuh job parade
MENGELUH : Ketua Parade Kota Depok, Eman Empat Sekwan keluhkan dampak Korona di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Korona telah meluluh lantakan perekonomian masyarakat. Penghasilan sejumlah warga juga terus berkurang, tidak terkecuali para artis di Kota Depok. Banyak pekerjaan yang sengaja ditunda, bahkan dibatalkan ditegah Pandemi Korona.

Ketua Persatuan Artis Kota Depok (Parade), Eman Empat Sekawan mengatakan, ditengah pandemi Korona penghasilan para artis semakin berkurang. Parade yang terdiri dari sejumlah artis, seperti artis film, penyanyi, pelawak, dan sejumlah artis yang ada di Kota Depok kehilangan pekerjaan di tengah Pandemi Korona.

“Dengan Pandemi Korona di Kota Depok sangat berpengaruh dengan keberadaan Parade di Kota Depok,” kata Eman Empat Sekawan kepada Radar Depok, Selasa (31/3).

Dia menjelaskan, beberapa kerjaan yang sempat dibatalkan antara lain, menjadi MC diacara offair, dan pembatalan shooting layar lebar. Selain itu, rencana program Ramadan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh haripun, harus dibatalkan lantaran mewabahnya virus Covid-19.

Dia juga mengaku, sejak terbentuknya Parade pada tahun 2003 belum ada dukungan dari pemerintah Kota Depok sama sekali. Dia berharap pemerintah bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan artis di Kota Depok. Padahal, menurutnya pemerintah bisa saja menggunakan Parade di berbagai kegiatan, atau untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat.

“Masyarakat biasanya lebih mendengarkan artis, karena lebih familiar di kalangan masyarakat luas,” tukas Eman.

Sementara, dia juga menghimbau ke masyarakat agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah aja. Dia juga menyarankan untuk tetal melakukan budaya hidup bersih untuk dapat mencegah penularan Covid-19 di Kota Depok.

Meski demikian tidak hanya artis yang kehilangan pekerjaan, para PKL di Kota Depok juga mengaku penghasilannya berkurang. Salah satu pedagang kopi seduh di Sekitar Stasiun Depok Lama, Saminah mengaku penghasilan semakin berkurang.

Lantaran penumpang KRL semakin berkurang, selain itu driver ojol juga semakin sedikit yang nongkrong di statiun. “Jelas berkurang mas, apalagi yang nongkrong jarang, yang naik kereta juga ngga banyak kaya biasanya,” tuntas Saminah. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya