KPAI Ajak Tumbuhkan Budaya Ramah Anak

In Metropolis
Ketua KPAI
MENGAJAK : Ketua KPAI, Sausanto usai memimpin rapat di wilayah Jakarta, Senin (6/4). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mengajak masyarakat Kota Depok untuk menumbuhkan budaya ramah anak ditengah mewabahnya virus korona (Covid-19).

Ketua KPAI, Susanto mengatakan, menumbuhkan budaya ramah anak tidak boleh terhenti di tengah Covid-19. Pemkot Depok maupun orang tua dapat menumbuhkan kepeloporan di lingkungan warga untuk mewujudkan lingkungan ramah anak. Adanya sejumlah kepeloporan RT dan RW mengonsolidasi warganya membiasakan hidup bersih dan sehat, tanggap dan cepat mengambil langkah apabila ada anggota warganya yang ODP, PDP dan Positif terpapar virus korona.

“Apalagi saat ini sebagian warga secara sukarela mempelopori penyemprotan,” ujar Susanto kepada Radar Depok.

Susanto mengungkapkan, kepeloporan akan menumbuhkan lingkungan warga yang sehat dan berdampak positif terhadap upaya menumbuhkan budaya warga yang ramah anak. Hal itu merupakan bentuk konkret tumbuhnya rasa kolektifitas dan solidaritas masyarakat yang selama ini mulai terkikis.

Selain itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya penting mempelopori tumbuhnya budaya positif untuk mencegah anak dari penularan Covid-19. Melakukan hal positif mulai hal yang sederhana, seperti mengajak masyarakat dan anak mencegah kerumunan, menghimbau membudayakan hidup bersih dan sehat merupakan hal positif yang dapat menginspirasi anak.

Susanto meminta Pemkot Depok maupun orang tua menjadi orang terdekat anak yang selalu menghadirkan tauladan positif bagi anak. Mendidik anak dengan pembiasaan baik dan membahagiakan serta dapat mencegah anak dari paparan virus corona. Orangtua dan keluarga dapat konsistem menjaga dan meningkatkan imunitas anak. Karena, sistem kekebalan tubuh atau imun yang baik merupakan pelindung yang paling optimal.

“Berikan anak istirahat yang cukup dan asupan gizi seimbang serta menjalankan PHBS,” terang Susanto.

Susanto menjelaskan, guru dapat mengembangkan pembelajaran jarak jauh secara inovatif dan menyenangkan untuk anak. Anak sementara waktu tetap belajar di rumah, sebagaimana anjuran pemerintah dan didampingi oleh orangtua atau dari keluarga. Tujuannya, anak dalam menghadapi situasi Covid – 19 tetap belajar, bahagia dan tidak tertekan. Selain itu, pastikan anak bermain dengan aman dan edukatif. Hindari permainan yang mengandung kekerasan dan sadisme serta bentuk permainan lain yang negatif. Karena hal tersebut rentan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Pastikan anak tidak dalam kerumunan dan menerapkan Social Distancing dan perhatikan anak saat menggunakan gadget,” ucap Susanto. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PGRI dan K3S bojongsari peduli

K3S SD dan PGRI Bojongsari Gelar Aksi Peduli

SOSIAL : K3S SD dan PGRI Kecamatan Bojongsari memberikan bantuan ke Kecamatan Bojongsari untuk disalurkan

Read More...
BBM pertamina baru

Belum juga Turun, Berikut Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Malaysia

HARGA TURUN : Warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU kawasan Jalan

Read More...
ilustrasi tulisan dana bos

Dana BOS dan Tunjangan Guru Dipangkas Pemerintah

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah memangkas dana BOS dari Rp 54,31 miliar menjadi Rp 53,45 miliar.

Read More...

Mobile Sliding Menu