Beranda Utama KRL Pagi Padat, Siang Lengang

KRL Pagi Padat, Siang Lengang

0
KRL Pagi Padat, Siang Lengang
NORMAL: Pengguna angkutan KRL Commuter Line berada di kawasan Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas yang tampak normal tanpa adanya penumpukkan penumpang Rabu (15/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
stasiun ramai di saat korona
NORMAL : Pengguna angkutan KRL Commuter Line berada di kawasan Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas yang tampak normal tanpa adanya penumpukkan penumpang Rabu (15/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari pertama pemberlakuan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terpantau di sejumlah stasiun kereta di Kota Depok pada Rabu (15/4) pagi cukup padat. Namun, menuju siang hari kondisinya tampak lengang.

Pantauan Radar Depok, kepadatan penumpang KRL Commuterline masih terjadi di stasiun Citayam. Salah satu penumpang KRL, Setyaningsih mengaku, masih terjadi padatnya penumpangb di Citayam.

“Kalau pagi, jam orang berangkat kerja mah masih padat,” kata Tya-sapaan Setyaningsih-kepada Radar Depok, Rabu (15/4).

Menurut dia, para petugas yang berjaga di stasiun sudah berupaya mengatur antrean agar jarak fisik antarpenumpang tetap terjaga. Tetapi, karena penumpang banyak antrean pun tidak terelakkan tanpa adanya physical distancing.

Bahkan sempat terjadi saling dorong antarpenumpang untuk memasuki area tunggu kereta. Alhasil, banyak dari mereka yang masuk ke dalam stasiun Citayam tanpa melewati pemeriksaan atau deteksi suhu tubuh.

Namun sekitar pukul 10.00 kondisi kereta mulai lengang, salah satu penumpang KRL, yang berasal dari Pasar Minggu, Sutarno mengatakan kondisi kereta di siang hari lengang.

“Kondisi lengang, tidak ada kepadatan penumpang, saya dari Pasar Minggu ke Depok gerbongnya sepi,” tukas Sutarno.

Sebelumnya, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, pelaksanaan PSBB akan percuma bila masih banyak warga yang berkerumun dalam satu tempat. Dia menyoroti penumpukan penumpang di beberapa stasiun di Depok, menyusul kebijakan pembatasan penumpang selama PSBB di DKI Jakarta sejak Jumat (10/4).

Untuk itu, Idris menyarankan agar operasional KRL dihentikan sementara selama masa penerapan PSBB. Langkah ini, kata dia mempertimbangkan jumlah orang yang begitu banyak menggunakan jasa KRL setiap harinya.

“Kami sudah sampaikan waktu itu bahwa kami punya pemikiran untuk sementara diliburkan, tidak dioperasionalkan KRL ini,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya