Beranda Metropolis Lebih Dekat dengan Rusdi Robocop : Penghasilan Tergantung Ramainya Pengunjung (1)

Lebih Dekat dengan Rusdi Robocop : Penghasilan Tergantung Ramainya Pengunjung (1)

0
Lebih Dekat dengan Rusdi Robocop : Penghasilan Tergantung Ramainya Pengunjung (1)
BERISTIRAHAT : Rusdi duduk di sebuah bangku kayu setelah lelah mengamen di Taman Merdeka II, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (1/3). FOTO : ISTIMEWA
rusdi robocop 1
BERISTIRAHAT : Rusdi duduk di sebuah bangku kayu setelah lelah mengamen di Taman Merdeka II, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (1/3). FOTO : ISTIMEWA

 

Setiap insan mempunyai caranya masing–masing untuk mengumpulkan pundi rejeki. Contohnya Rusdi, pria berusia 53 tahun ini  merupakan pengamen berkostum Robocop, yang kerap  beroperasi di kawasan Depok II, Kecamatan Sukmajaya.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Ada pemandangan unik di sekitaran Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya. Di tengah masyarakat yang tidak terlalu ramai, tampak sesosok orang berkostum Robocop sedang bergerak patah-patah layaknya robot.

Beberapa orang yang melintas pada Minggu (1/3) sekira pukul 09:00 WIB memperhatikan tingkah laku manusia robot tersebut. Beberapa diantara mereka ada yang secara sukarela memasukan uang kertas maupun receh kedalam kotak kardus yang disediakan sang robocop.

Selesai melaksanakan aksinya, Rusdi manusia robot menceritakan sedikit kisahnya sebagai pengamen peran. Selama menekuni aktivitasnya sebagai pengamen berkostum robot, dia bisa mencukupi kehidupan sehari-harinya.

“Sehari gak nentu sih, bisa Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Mengamen tergantung ramainya pengunjung di sini,” katanya saat beristirahat di sudut taman sambil melepas helem robotnya.

Dia mengungkapan, dalam melakukan aksinya dia lebih sering mengamen di Taman Merdeka. Namun, jika di sana sedang sepi, dia biasa berkeliling ke sepanjang jalan di wilayah Kecamatan Sukmajaya.

“Seringnya sih di sini, tapi kalo sepi saya jalan keliling aja. Suka ada aja yang ngasih kalau di jalan,” tururnya.

Rusdi yang tampak kelelahan memesan segelas teh kemasan yang dibawa pedagang keliling. Dalam sekali sedotan, air teh kemasan dingin tersebut nyaris surut. Maklum saja, sepertinya dia sudah sangat kelelahan bergerak menggunakan kostum robocop yang menurutnya sangat ketat.

“Kalau pakai kostum ini sebenernya gerah banget karena dia tertutup. Tapi kalau udah biasa panasnya agak berkurang karena terbiasa,” tuturnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya