tentang tarawih dan puasa
MENGIKUTI IMBAUAN : Seorang warga melaksanakan salat isya di Masjid Darul Istiqomah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kamis (23/4). Masjid tersebut meniadakan salat tarawih untuk mengikuti imbauan pemerintah agar tetap melaksanakan ibadah di rumah selama Ramadan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
tentang tarawih dan puasa
MENGIKUTI IMBAUAN : Seorang warga melaksanakan salat isya di Masjid Darul Istiqomah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kamis (23/4). Masjid tersebut meniadakan salat tarawih untuk mengikuti imbauan pemerintah agar tetap melaksanakan ibadah di rumah selama Ramadan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1441 Hijriah telah selesai digelar pemerintah melalui Kementerian Agama bersama sejumlah pihak. Sidang Isbat tersebut memutuskan awal puasa jatuh pada Jumat 24 April 2020. Malam hari jelang 1 Ramadan, masjid di sejumlah Kota Depok ada yang mengikuti anjuran surat edaran Walikota Depok Mohammad Idris, ada juga yang tidak.

Pantauan Radar Depok, Masjid Kubah Emas yang berada di kawasan Kelurahan Meruyung tidak melaksanakan salat tarawih sesuai dengan ajuran yang ada. Tertera dalam pintu gerbang masuk berupa surat peniadaan salat tarawih. Tak hanya itu, Masjid Al-Ikhlas di Parung Bingung, Kecamatan Pancoranmas juga mengikuti aturan dari pemerintah.

Namun, tidak bagi Masjid Nurul Fikri yang ada di kawasan Tugu yang tetap melaksanakan salat tarawih berjamaah, tetapi hanya pihak pengelola masjid saja.

“Kami tetap mengadakan, namun hanya untuk lingkung internal pengurus aja, sekitar 10 orang,” ucap DKM Masjid Nurul Fikri, Krisna Panji kepada Radar Depok, Kamis (23/04).

Dia juga menuturkan, tarawih ini dilakukan agar suasana masjidnya tetap hidup di tengah masa pandemic Virus Korona atau Covid-19.

“Wapaupun demikian, kami tetap memperhatikan social distancing dan tidak menggunakan pengeras suara,” terangnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajak agar warga melaksanakan Salat Tarawih di rumah masing-masing selama pandemi Coronavirus atau Covid-19. Begitupun dengan tilawah atau tadarus Alquran.

“Umat Islam tetap diwajibkan menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadan, berdasarkan ketentuan fikih ibadah,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris di Balaikota Depok, kepada Radar Depok, Kamis (23/04).

Adapun acara berbuka puasa yang dilaksanakan di masjid, lembaga pemerintahan, atau swasta sementara ditiadakan. Termasuk peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabligh akbar juga, imbuhnya, ditiadakan terlebih dahulu.

Dia menginstruksikan, apabila ada kegiatan pesantren kilat, dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online. Termasuk, ketika mengadakan silaturahmi atau halal bi halal.

“Tidak melakukan iktikaf di masjid yang biasanya dilaksanakan pada 10 hari terakhir Ramadan. Termasuk tarawih dan takbir keliling,” tegasnya.

Selanjutnya, pembayaran zakat tetap dilakukan para muzaki. Sedangkan petugas pengumpul dan pendistribusian tetap melakukan tugasnya dengan memperhatikan keamanan dan kewaspadaan, seperti menggunakan masker, tidak bersalaman dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Sementara, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan, awal Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 24 April 2020 besok. Hal ini ditentukan setelah Kementerian Agama melakukan pemantauan rukyatul hilal dan metode hisab dari 82 titik yang telah disiapkan.

“Menurut laporan, posisi hilal 2 derajat 41 menit sampai. Karenanya kami dengan suara bulat menetapkan awal Ramadan jatuh pada esok hari bertepatan hari Jumat 24 April 2020,” kata Fachrul di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (23/04).

Fachrul menyampaikan, bulan Ramadan pada tahun ini hadir pada saat dunia dilanda pandemi. Karenanya banyak hal yang harus disesuaikan agar ibadah tidak berkurang dan penyebaran Covid-19 dapat di selesaikan.

“Namun hal itu tidak boleh mengurangi semangat dan tekad kita bagi peningkatan ibadah kita,” ucap Fachrul.

Untuk menjaga daya tahan tubuh saat puasa di tengah pandemi, Fachrul menganjurkan untuk sahur dengan air putih dan makan yang tidak berlebihan. Kemudian memakan yang dapat menjaga daya tahan tubuh.

“Dalam situasi ini, ibadah puasa harus ditekuni dengan sebaik-baiknya,” harap Fachrul. (rd/tul/hmi)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah), Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya