Beranda Metropolis Melihat Home Industri Padu She dan Zetha : Mengincar Dunia Pasar Online (3-Habis)

Melihat Home Industri Padu She dan Zetha : Mengincar Dunia Pasar Online (3-Habis)

0
Melihat Home Industri Padu She dan Zetha : Mengincar Dunia Pasar Online (3-Habis)
PERLIHATKAN : Elfinur Zetha bersama Farida Zen memperlihatkan produk Padu She dan Zetha yang dipasarkan melalui online, Selasa (14/04). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
home industri padu 3
PERLIHATKAN : Elfinur Zetha bersama Farida Zen memperlihatkan produk Padu She dan Zetha yang dipasarkan melalui online, Selasa (14/04). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Memanfaatkan media online menjadi jurus pemasaran Padu She dan Zetha dalam menawarkan produk. Mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Depok dalam penerapan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB), Padu She dan Zetha menerapkan social distancing terhadap pegawai.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Smartphone digenggamannya menjadi penghubung Padu She dan Zetha terhadap konsumen. Tidak sedikit gambar berupa mukena, hijab, hingga masker terposting di akun instagram padu.she.

Sembari menyiapkan foto yang ingin di uploadnya. Marketing Padu She dan Zetha, Elfinur Zetha mengatakan, hampir setiap orang memiliki smartphone dan memiliki akun media sosial (Medsos). Melihat hal tersebut, media daring menjadi peluang Padu She dan Zetha untuk menjual produk. Tidak sedikit dari pemasaran melalui medsos, mendapatkan pelanggan yang meminati produknya.

“Alhamdulillah melalui Medsos kami mampu menjual produk,” ujar Zetha.

Perempuan yang memiliki hobi traveling tersebut mengungkapkan, selain menjual melalui Medsos, Elfinur Zetha kerap menawarkan kepada teman menggunakan WhatsApp Group. Atas usahanya tersebut, Padu She dan Zetha mampu menjual ke wilayah Jabodetabek, Kalimantan, Semarang, dan Makassar.

Istri dari Hindradjid tersebut menuturkan, tidak sedikit teman atau pelanggannya datang ke rumahnya di Bella Cassa Residence Blok A3 No3, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Produknya memang sengaja tidak di jual di toko karena Padu She dan Zetha mengincar dunia pasar online.

“Kami memang tidak memasarkan di toko atau membuka toko,” terang Zetha.

Perempuan yang menyukai makanan rendang tersebut mengatakan, mengingat Pemerintah Kota Depok menerapkan PSBB, Padu She dan Zetha hanya empat pegawai yang dipekerjakan. Hal itu guna menghindari penjahit kehilangan pekerjaan. Selain itu, dia tetap menerapkan Social Distancing dan PHBS kepada pegawai.

“Kami memberikan jarak antar pegawai penjahit dan tidak ingin penjahit menganggur akibat dampak Covid-19,” tutup Zetha. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya