pelatih persikad 1
SANTAI: Nana Hernawan saat sedang santai di Gazebo yang terletak diberanda rumahnya. FOTO : ISTIMEWA
pelatih persikad 1
SANTAI : Nana Hernawan saat sedang santai di Gazebo yang terletak diberanda rumahnya. FOTO : ISTIMEWA

 

Kenapa sih kita harus punya hobi?. Yang pasti di saat aktivitas dikerjakan, tentunya akan menyita waktu, tenaga dan pikiran. Punya aktivitas disenangi sebagai hobi, nggak hanya berguna untuk melepas penat tapi kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang.

Laporan : Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Sangat berbeda ketika melihat Pelatih Persikad 99 musim kompetisi 2020, Nana Hernawan ketika berada di lapangan hijau dan dirumah. Di rumah dia lebih santai mengenakan kaos, dan celana pendek. Tidak hanya itu, pria kelahiran Condet, Jakarta Selatan ini tinggal di rumah dengan nuansa Betawi yang kental. Bukan tanpa alasan, dia mengkoleksi barang-barang dengan nuansa betawi dirumahnya.

Sebagai putra Betawi yang lahir 57 tahun lalu itu, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan budaya asalnya. Dia mengaku, sejak remaja memang kerap mencari barang-barang bernuansa betawi untuk menghiasi rumahnya. “Saya memang suka, sejak masih remaja, untuk mengumpulkan barang-barang berniuansa betawi,” kata Nana.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab untuk menjaga kelestarian budaya betawi untuk tetap lestari. Salah satunya mempertahankan rumah tetap menggunakan ornamen Betawi.

Jika melihat rumahnya di RT4/14, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong  pasti bakal terpukau dengan koleksi barang antik bernuansa betawinya. Tapi jangan salah sangka, benda-benda itu tidak begitu saja di dapat dan langsung di pasang di rumahnya.

Terdapat proses panjang untuk menjadikan rumahnya nampak unik dan klasik. “Barang-barang ini saya kumpulkan sejak lama, saya cari satu-persatu dari berbagai daerah,” jelas Nana.

Dia mengatakan, setiap membawa tim bertanding keluar kota dia selalu menyempatkan mencari barang antik. Sehingga teman-tenmannya sudah tidak aneh jika Nana tiba-tiba menghilang selepas pertandingan. “Biasanya kalau lagi tanding ke luar kota saya sempetin cari barang-barang bekas yang bernuansa klasik,” terang Nana.

Tidak hanya di Jakarta, berbagai Kota tujuan pertandingan seperti Malang, Palembang, dan berbagai kota lainnya tak luput menjadi tempat berburu barang antik.

Seperti lisplang, berupa papan kayu berbentuk ornamen segitiga berjajar menyerupai gigi belalang. Yang melambangkan bahwa hidup harus selalu jujur, rajin, ulet dan sabar. Karena belalang hanya bisa mematahkan kayu, jika dikerjakan secara terus menerus. Dan biasanya dalam tempo waktu yang dapat dikategorikan lama. Namun, secara keseluruhan bisa bermakna ‘pertahanan yang kuat’ itu  langsung dipesannya di Kampung budaya Situ Babakan.

“Saya pesan Lisplang gigi belalang, langsung dari Situ Babakan, setelah Sutiyoso waktu itu meresmikan kapung Betawi di Situ Babakan,” terng Nana.

Menurutnya, semua barang antik yang berada dirumahnya merupakan barang bekas, yang masih dipertahankan keasliannya. “Saya selalu berburu barang bekas, setelah dapat saya renovasi jika ada kerusakan baru dipasang di rumah,” jelas Nana.

Tidak hanya itu, dirumahnya dirinya juga memelihara puluna burung kicau, untuk memberi nuansa alami dirumahnya.sehingga jika kita bertamu dirumahnya, sangat bernuansa alami, dengan banyak pohon, bangunan bernuansa betawi, dan kicauan burung yang selalu menemani. (*)

 

Editor : Pebri Mulya