Mengenal Pelatih Persikad, Nana Hernawan : Melatih Sejak 1986 dan Pendiri Urakan FC (2)

In Metropolis
pelatih persikad 2
PANTAU : Coach Nana (kanan), bersama pelatih fisik Persikad 99, Adi Pray (kiri) saat menyaksikan Persikad Cup beberapa waktu lalu. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

Melatih Persikad 99 menjadi yang terbaik tentu diperlukan banyak pengalaman. Maka, sangat pantas jika Nana Hernawan mengemban amanat ini. Selain sudah melatih sepakbola sejak tahun 1986, dia juga salah satu pendiri Urakan FC yang melahirkan pemain berbakat di Indonesia.

Laporan: Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Karir sepakbola dibentuk dari kecintaan dan pengalaman. Mungkin itu yang mendasari Coach Nana –sapaan akrab Nana Hernawan- masih merumput di lapangan sepak bola, hingga saat ini. Dia menceritakan, awal karirnya sebagai pendiri Sekolah Sepak Bola (SSB) Urakan yang berdomisili di Jakarta.

Sejak tahun 86, Coach Nana sudah merasakan asam garam dunia sepak bola bersama Urakan FC. Ini SSB bukan sembarangan, bagi insan sepakbola, nama Urakan FC tentu sudah tak asing lagi. Sebagai salah satu SSB yang kesohor di Jakarta, Urakan telah banyak melahirkan pemain-pemain nasional.

Sebut saja Kurnia Mega mantan Kiper Nasional, Ahmad Kurniawan Timnas U-16, Asep Berlian Madura United. Mereka adalah jebolan SSB Urakan. Bahkan, yang baru-baru sedang naik daun, seperti Sani Rizki Fauzi skuat Tim Nasional U-22 juga pernah merumput bersama Urakan FC.

Coach Nana mengatakan, selama 18 tahun belajar dan mengembangkan bakat melatihnya di Urakan. Tidak sia-sia, dalam karir melatihnya di Urakan dia juga sempat mengharumkan nama urakan di kancah liga.
“Saya sempat beberapa kali membawa Urakan FC juara liga tiga nasional tahun 2006, Juara Piala Suratin, dan sempat menjuarai Piala Gerindra pada tahun 2008 tiga kali berturut-turut,” kata Coach Nana.

Dia mengaku, bertahan di Urakan lantaran pesan sahabatnya Ekat Pramono yang konsisten  mengembangkan sepakbola. Menurutnya, sahabatnya itu rela untuk meninggalkan pekerjaan lamanya di BUMN Pertamina, demi menghidupkan sepakbola.

Awalnya Urakan juga tidak memumgut bayaran, karena tujuan awal Urakan sebagai jembatan anak-anak pecinta sepakbola untuk mengembangkan bakatnya. Dan memiliki hidup lebih baik dari dunia sepakbola.

“Ekat pilih keluar dari Pertamina dan meminta uang Rp100 juta untuk mengembangkan Urakan, masa teman saya sudah berkorban, saya ngga mau bantuin,” ucap Nana sambil ngeteh diberanda rumahnya di Cilodong.
Sesekali mengingat pengalamannya, Nana juga menceritakan pernah di ajak Rasiman (saat ini pelatuh Madura Unitad, red) untuk melatih di Jakarta Football Academy (JFA). Disana dia lebih tertib untuk melatih, dengan menggunakan buku panduan sebagai materi latihan, kalau kuliah mungkin seperti modul.  “Sekitar tahun 2010 saya diajak Rasiman ke JFA, tapi saya tentu ijin dulu ke Urakan untuk melatih di JFA,” kata Nana.

Disana dia mendapat banyak pelajaran melatih sepak bola, secara benar dan disiplin. Karena, berdasarkan buku panduan yang telah diatur oleh managemen JFA. Bahkan, dia mengaku sempat ditegur, saat datang ke lapangan hanya menggunakan sandal, seperti yang biasa dilakukan di Urakan.

“Pertama melatih, saya datang pakai sandal, langsung ditegur, karena SOP melatih harus menggunakan sepatu, tentu sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan di Urakan. Disana saya melatih sambil belajar,” beber Nana.

Namun dirinya mengaku banyak mendapat pelajaran semenjak bergabung di JFA, mulai dari tata cara melatih yang benar, kedisiplinan, dan memotivasi anak untuk lebih baik berlatih. Dia juga mengatakan, yang tadinya melatih hanya sebagai kecintaan dan pengabdian kepada Sepakbola, di JFA dirinya pun merasakan menerima gaji dan uang transport dari melatih sepakbola.

“Saya sampai nanya, sama Mas Rasiman, mas ngapain saya pake di gaji, kan saya sudah punya gaji di tempat kerja saya. Tapi kata dia di JFA ada aturannya, coach Nana harus digaji, dan itu gaji pertama saya sebagai pelatih sepakbola, sebesar Rp1,2 juta,” terang Nana. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu