komunitas berbagi depok 2
RASA KEMANUSIAAN : Seorang pemulung tampak senang mendapatkan nasi gratis. FOTO : ISTIMEWA
komunitas berbagi depok 2
RASA KEMANUSIAAN : Seorang pemulung tampak senang mendapatkan nasi gratis. FOTO : ISTIMEWA

 

Rasa kemanusiaan menjadi tenaga pendorong, agar Komunitas Berbagai Nasi Depok tetap eksis. Dalam setiap kegiatannya, mereka selalu menggunakan uang dari kantong pribadi atau sumbangan dari donatur.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Muhamad Hanif, pengurus komunitas Berbagi Nasi Depok memesan dua cangkir minuman dingin, dari seorang pedagang minuman asongan yang jaraknya enam meter dari trotoar tempatnya duduk. Sekembalinya membeli minuman, dia kembali menjelaskan hal-hal seputar aksi sosial yang dilakukan komunitasnya.

Hanif sapaanya mengatakan, kegiatan berbagi nasi ini mereka lakukan sebagai bentuk aksi sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung. “Sasaran kegiatan kami adalah pemulung, gelandangan, pengamen, serta penjual tisu,” kata Hanif sembari meneguk minuman dingin rasa jeruk di gelas plastik.

Dia mengungkapkan, dalam sekali kegiatan mereka paling sedikit menyiapkan 80 bungkus nasi, untuk dibagikan secara gratis setiap minggunya. “Kita biasanya melakukan aksi setiap hari Jumat,” tuturnya.

Dia menjelaskan, jumlah nasi yang dibagikan bisa lebih banyak, jika ada donatur yang berpartisipasi. “Kalau ada donatur kita bisa bagikan sampai 300 bungkus,” bebernya.

Dalam melakukan aksinya, ucap Hanif, mereka biasanya berpencar berbagi tugas agar bisa menjangkau seluruh titik di Kota Depok. “Kita biasanya bagikan nasi ke Beji, Margonda, Kelapa dua, dan Depok Dua,” terangnya.

Dia menambahkan, mereka tidak memiliki basecamp. Tapi, setiap akan melakukan kegiatan mereka biasanya berkumpul di Depok Mal. “Kita paling janjian lewat WA buat ketemuan di Depok Mal,” terangnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya