bus dilarang bawa pemudik
MASIH NORMAL : Tampak terlihat bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Peovinsi (AKDP) yang berada di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, kemarin. Pihak BPTJ mengatakan masih menunggu keputusan pusat terkait pemnbatasan pengoperasian kendaraan umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
bus dilarang bawa pemudik
MASIH NORMAL : Tampak terlihat bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Peovinsi (AKDP) yang berada di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, kemarin. Pihak BPTJ mengatakan masih menunggu keputusan pusat terkait pemnbatasan pengoperasian kendaraan umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Larangan pemerintah pergi piknik dan mudik tak sejalan dengan kenyatannya. Rabu (1/4), bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), masih beroperasi di terminal Jatijajar.

Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Budi Rahardjo mengatakan, masih menunggu keputusan pusat. Karena berdasarkan hasil Rapat Terbatas tentang Antisipasi Mudik Lebaran 2020 yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Senin (30/3). Diputuskan bahwa pemerintah masih akan melakukan kajian dampak ekonomi, jika larangan mudik diberlakukan secara resmi. Nanti hasil lengkapnya akan disampaikan dalam waktu dekat ini.

Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai skenario terkait pengaturan transportasi mudik 2020, sambil menunggu keputusan resmi yang akan disampaikan oleh Presiden. Baik itu berupa larangan, himbauan ataupun pembatasan transportasi untuk kegiatan mudik masyarakat.

“Adapun transportasi untuk kebutuhan logistik akan tetap diselenggarakan seperti biasa, tidak ada skenario pelarangan atau pembatasan,” kata Budi Rahardjo kepada Radar Depok, Rabu (1/4).

Namun demikian pihaknya mengaku, dalam penanganan dan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di sektor transportasi. Kementerian Perhubungan telah menjalankan protokol transportasi publik seperti, penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana transportasi publik secara berkala.

Selain itu, penyediakan hand sanitizer, mengukur suhu petugas maupun penumpang, menyediakan masker bagi penumpang yang sedang batuk atau flu, serta, penerapan social distancing dengan mengatur jarak antar penumpang saat berada di area transportasi publik.

Selain itu, melihat kondisi sudah banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Jakarta. Kementerian Perhubungan akan terus mengkampanyekan #tidakmudik dan #tidakpiknik. “Guna mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik atau perjalanan  untuk mencegah semakin menyebarnya wabah Covid-19,” jelas Budi.

Sementara itu, salah satu warga Tapos, Ibrahim mengaku, masih melakukan perjalanan keluar kota, meski demikian dia tetap menjaga kebersihan saat menumpang di kendaraan umum. “Saya masih keluar kota karena urusan pekerjaan, tapi saya tetap berjaga jarak, menggunakan masker, dan selalu cuci tangan, semoga virus Korona tidak menular,” tukas Ibrahim. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya