Pandemi Korona Picu Narkoba di Depok Meningkat

In Metropolis
Kepala BNN Kota Depok, AKBP M Rusli Lubis
Kepala BNN Kota Depok, AKBP M Rusli Lubis.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masa Pandemi Covid-19 di Kota Depok, menjadi celah bagi bandar narkoba. Banyaknya buruh yang dirumahkan dan pekerja di-Putus Hubungan Kerja (PHK), memicu penjualan barang haram meningkat. Dari efek tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok meminta masyarakat tetap waspada dengan tindak kejahatan narkoba.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP M. Rusli Lubis mengatakan, masyarakat tetap waspada terhadap peredaran narkoba di Kota Depok. Karena menurutnya dimasa pandemi seperti sekarang bisa dijadikan celah bagi bandar narkoba.

“Tetap waspada terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, karena di masa seperti ini merupakan celah bagi para bandar narkoba untuk bergerak.” kata Rusli Lubis kepada Radar Depok, Selasa (28/04).


Pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar negara di dunia ini, memberikan efek yang luar biasa. Berbagai sektor ikut terkena dampaknya, akibat pemberlakuan Social Distancing maupun Physical Distancing guna memutus rantai penyebaran. PHK besar-besaran pun terjadi, buruh maupun pekerja harian ikut terdampak. Hal ini bisa memicu berbagai macam tindak kejahatan, salah satunya adalah perdagangan peredaran gelap narkoba.

Pihaknya juga ingatkan, bahwa aparat penegak hukum baik BNN bersama Polri tidak tinggal diam. Hal ini terbukti dengan adanya pengungkapan kasus peredaran gelap Narkoba di berbagai daerah. Yang paling mengagetkan adalah penggerebekan Kampung Narkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Kamis, 23 April 2020 yang lalu.

Hal ini mengingatkan, kejahatan narkoba tidak mengenal tempat dan waktu, kapan saja bisa terjadi. Pihaknya meyakini di tengah Pandemi Covid-19 ini juga masih banyak terjadi penyalahgunaan narkoba. Beberapa kalangan masyarakat yang merasakan dampak langsung Pandemi Covid-19, mengalami efek psikologis yang cukup berat. Sehingga kemungkinan untuk menyalahgunakan Narkoba.

“Warga Depok harus selalu menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani, agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.” ungkapnya.

Sementara seperti diketahui data kasus Covid-19 di Depok per Senin, tanggal 27 April 2020 berdasarkan data dari  Satgas Covid-19 Depok, terkonfirmasi 255 orang, sembuh 29 orang dan meninggal 18 orang.

Bertambahnya kasus baik positif maupun PDP, sambung Rusli Lubis menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi himbauan yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Kami mohon kesadaran demi kebaikan bersama agar Pandemi  Covid-19 ini segera berakhir, warga Depok khususnya,” tandasnya. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

 

You may also read!

Ilustrasi ibadah umrah dan haji

Keputusan Haji Dikeluarkan 19 Ramadan

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Calon jamaah haji (CJH) asal Indonesia harus lebih bersabar menunggu kepastian haji

Read More...
masjid al istiqomah mampang

Mengulas Masjid Jami Al-Istiqomah  : Berdiri 1928, Diyakini Peninggalan Sunan Gunung Jati (1)

SEJARAH : Masjid Jami' Al-Istiqomah yang terletak di Jalan Raya Sawangan Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas.

Read More...
swadaya turap situ cinere

Keren, Warga Swadaya Turap Situ Cinere

PEDULI : Pengurus Komplek Perumahan Angkatan Laut (AL), RW4, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, menurap bibir

Read More...

Mobile Sliding Menu