kondisi terminal depok di korona
SEPI : Suasana Terminal Terpadu Depok yang tampak lengan dari aktifitas naik turun penumpang, Rabu (1/4). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
kondisi terminal depok di korona
SEPI : Suasana Terminal Terpadu Depok yang tampak lengan dari aktifitas naik turun penumpang, Rabu (1/4). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Semenjak Kota Depok di katagorikan zona merah virus Korona atau Covid-19 atau Pandemi, memberikan dampak terhadap Terminal Terpadu Depok. Selama Pemerintah Pusat dan Kota Depok menerapkan Work From Home (WFH), masyarakat pengguna moda transportasi di Terminal Terpadu Depok mengalami penurunan. Terlihat, setiap angkutan umum hanya berisikan dua atau tiga penumpang.

“Selama Maret di saat Pandemik Korona penumpang Terminal Terpadu Depok turun hingga 70 persen,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana kepada Radar Depok, Rabu (1/3).

Dadang Wihana mengungkapkan, seiring dengan menurunya jumlah penumpang, beberapa angkutan umum baik trayek dalam kota ataupun antar provinsi mengurangi jumlah armadanya. Bahkan Transjakarta yang biasa beroperasi melayani masyarakat Kota Depok, telah dihentikan sementara pelayanannya. Hal itu mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat maupun Kota Depok.

Sementara itu, Kepala Terminal Terpadu Depok, Ari Andromeda menuturkan, untuk memerangi Covid-19  pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di Terminal Terpadu Depok. Penyemprotan tersebut, guna memutus mata rantai Covid-19. Selain itu, seluruh moda transportasi yang beroperasi di Terminal Terpadu Depok disemprot disinfektan dan menyediakan hand sanitizer, guna memberikan kenyamanan kepada penumpang.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak,” tutup Andromeda. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya