Pengguna Angkutan Umum di Depok Menurun

In Metropolis
terminal sepi pemudik
SEPI: Kondisi Terminal Jatijajar Kecamatan Tapos, pada Senin (20/4) tampak sepi. Hanya ada beberapa penjual tiket menunggu penumpang. Dampak dari wabah virus  Korona (covid-19) dan adanya imbauan pemerintah agar tidak mudik atau keluar kota, membuat penjual tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sepi peminat. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada H-4 menjelang Ramadan 1441 Hijriah, pengguna angkutan umum di Kota Depok mengalami penurunan. Ditambah lagi saat ini pemerintah tengah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pantauan Radar Depok di Terminal Terpadu Kota Depok, Senin (20/4) tampak sepi. Hanya beberapa orang saja yang menggunakan angkutan umum.

Kepala UPT Terminal Terpadu Depok, Ari Andromeda mengatakan, sejak pandemi virus korona (Covid-19) di Kota Depok, jumlah penumpang angkutan umum mengalami penurunan. Akibatnya, bus yang menyediakan jasa pelayanan antar kota dalam provinsi maupun bus bandara mengalami penurunan.

“Semenjak Covid-19 memang sudah turun jumlah penumpang di Terminal Terpadu Depok,” ujar Ari Andromeda kepada Radar Depok.

Ia menjelaskan, setelah Kota Depok menerapkan PSBB, jumlah penumpang mengalami penurunan hingga 90 persen. Bahkan, bus antar kota antar Provinsi hanya menyediakan layanan pemberangkatan pagi dan sore. Hal itu karena, setiap satu pemberangkan bus hanya mengangkut maksimal empat penumpang.

Ari Andromeda mengungkapkan, penurunan penumpang di Terminal Terpadu Depok selain dampak covid-19, Pemkot Depok juga mengingatkan warga agar tidak melakukan perjalanan mudik, baik di awal Ramadan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal itu untuk mencegah dan memutus mata rantai covid-19.

“Pemkot Depok meminta warga tidak mudik untuk mencegah covid-19,” terang Ari Andromeda.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti menyatakan, terminal dan stasiun bila tidak memenuhi protocol kesehatan tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan layanan angkutan umum.

Menurutnya, penumpang bus AKAP juga menurun, penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada pelayanan moda Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Setidaknya hal tersebut terpantau dari evaluasi data pelayanan Terminal Bus di bawah kewenangan BPTJ yaitu Terminal Baranangsiang (Bogor), Terminal Jatijajar (Depok), Terminal Poris Plawad (Kota Tangerang), dan Terminal Pondok Cabe (Kota Tangerang Selatan).

Penurunan di Terminal Jatijajar Depok, dimana jumlah penumpang kedatangan pada Januari sebesar 3.297 orang menurun menjadi 1.734 orang (-47,40 persen) pada bulan Februari, dan 1.187 orang (-63,99 persen) pada bulan Maret.

“Demikian pula untuk keberangkatan dimana pada bulan Januari 2020 masih tercatat 17.104 orang, menurun menjadi 14.225 orang (16,83 persen) pada Februari dan 12.437 orang (-27,28 persen) pada bulan Maret 2020,” kata Polana B. Pramesti.

Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda transportasi KRL. Pada Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani penumpang sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada Maret jumlahnya turun 30,38 persen menjadi sekitar 598 ribu orang/hari. Adapun untuk April 2020 sampai tanggal 15, terjadi penurunan penumpang yaitu hanya 183 ribu orang/hari atau turun 78,69 persen dibanding kondisi normal Januari 2020.

Meskipun jumlah penumpang menurun siginifikan, BPTJ tetap konsisten memberlakukan protokol kesehatan di dalam pengelolaan terminal yang menjadi kewenangannya.

“Pemberlakuan protokol itu sendiri telah dilakukan sejak 4 Maret 2020 berdasarkan Surat Edaran Kepala BPTJ No 4 Tahun 2020 tentang tentang Pencegahan Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” tandas Polana.

Meski demikian masih terdapat masyarakat yang beraktifitas dengan menggunakan bus AKAP dari terminal Jatijajar. Seperti warga Sukmajaya, Maryoto dirinya mengaku masih melakukan perjalanan keluar kota dengan alasan pekerjaan, sehingga dia perlu melakukan perjalanan ke luar kota.

“Saya masih ada tugas pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan terpaksa saya tetap pergi,” kata Maryoto. (rd/dic/rub)

 

Tentang Pengguna Angkutan Umum Menurun

Persentase Penurunan:

90 Persen

 

Yang Dipantau BPTJ:

  • Terminal Baranangsiang (Bogor)
  • Terminal Jatijajar (Depok)
  • Terminal Poris Plawad (Kota Tangerang)
  • Terminal Pondok Cabe (Tangerang Selatan)

 

Penurunan di Terminal Jatijajar Depok

(Jumlah Penumpang Kedatangan):

  • Januari 3.297 orang
  • Februari 1.734 orang (turun 47,40%)
  • Maret 1.187 orang (turun 63,99%)

 

(Jumlah Penumpang Keberangkatan):

  • Januari 17.104 orang
  • Februari 14.225 orang (turun 16,83%)
  • Maret 12.437 orang (turun 27,28%)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pradi afifah ke golkar

Pilkada Depok : Pradi-Afifah Minta Restu DPP Golkar

KOMPAK : Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna – Afifah Alia, menyambangi

Read More...
ledakan di lebanon gas tertawa

Ada Gas Tertawa yang Menyebar Setelah Ledakan di Beirut, Berikut Bahayanya

Ledakan di Beirut, Lebanon.   RADARDEPOK.COM - Penyebab ledakan Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) diketahui berasal dari

Read More...
tersangka pembuhan apartemen depok

Tidak Lebih dari 24 Jam, Tersangka Pembunuh AO di Apartemen Depok Tertangkap

TERTANGKAP : Reskrim Polres Metro Depok mengamankan FM tersangka pembunuhan AO di Apartemen Margonda Residence

Read More...

Mobile Sliding Menu