Penyerdahanaan, Rencana Nadiem untuk Kurikulum Pendidikan Kedepan

In Pendidikan
Mendikbud, Nadiem Makarim.
Mendikbud, Nadiem Makarim.m

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem berpendapat, kurikulum pendidikan sekarang ini masih membebani siswa. Oleh karena itu, dirinya akan mengurangi beban siswa dalam penyederhanaan kurikulum.

“Kita sudah sepakat akan menyederhanakan kurikulum, sehingga lebih mudah dimengerti oleh guru dan siswa. Jadi jelas beban konten harus turun,” ujarnya melalui konferensi video seusai rapat terbatas bersama presiden.

Namun ia menyatakan, belum ada keputusan konkret dari pihaknya bagaimana modifikasi kurikulum akan dilakukan, karena masih dalam pembahasan.

“Apakah artinya mata pelajaran dikurangi atau konten per mata pelajaran dikecilkan? Ini masih dikaji tim kami. Jadinya saya belum bisa jawab. Tapi yang sudah jelas beban siswa dengan jumlah konten dan bahan yang banyak sekali pasti akan kita tangani,” jelasnya.Nadiem menilai kurikulum yang diterapkan di sekolah masih membebani siswa. Pada akhirnya Nadiem menilai guru tidak bisa mengajar sesuai kemampuan masing-masing siswa.

Dasar modifikasi kurikulum nantinya, kata Nadiem, akan disesuaikan dengan kemampuan siswa yang beragam. Artinya dalam satu kelas siswa bisa mengerjakan hal yang berbeda-beda.

Selain modifikasi kurikulum, penyaluran buku pada perpustakaan di sekolah juga bakal diselaraskan. Nadiem berpendapat, selama ini penyaluran buku hanya berfokus pada buku pelajaran.

Padahal untuk meningkatkan mutu literasi, menurutnya harus ditanamkan sikap senang membaca. Untuk itu buku yang disalurkan seharusnya yang memiliki konten yang mengajak siswa untuk membaca.

“Dan di pelajaran Bahasa Indonesia harus ada fokus kepada literasi bukan hanya gramar dan kosakata Bahasa Indonesia. Tapi konten dalam kurikulum Bahasa Indonesia menggunakan buku menyenangkan cerita relevan,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya membeberkan nilai Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) Indonesia jeblok. Pada PISA 2018, Indonesia menempati urutan ke 72 dari 77 negara. Tes ini dilakukan di negara-negara untuk memetakan pencapaian pendidikan dunia.

Penyederhanaan kurikulum sendiri, kata Nadiem, perlu dilakukan. Namun ia mengatakan mengubah kurikulum butuh waktu, serta kajian dan persiapan mendalam. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

satpol PP tutup pemancingan

Masih Ramai, Satpol PP Bubarkan Pemancingan di Cilodong

TINDAKAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat menutup Pemancingan yang masih buka di saat

Read More...
ilustrasi penyebaran virus korona

Waspada, Virus Korona Bisa Menular Lewat Kentut

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Virus Korona (Covid-19) terbukti bisa menular melalui droplets atau percikan air liur dari

Read More...
PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...

Mobile Sliding Menu