Beranda Metropolis PKL di Depok Beralih Jualan Masker

PKL di Depok Beralih Jualan Masker

0
PKL di Depok Beralih Jualan Masker
RAMAI: PKL Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas beralih dagangan menjadi pedagang masker di tengah Pandemi Korona. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
Penjual masker di jalan dewi sartika
RAMAI : PKL Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas beralih dagangan menjadi pedagang masker di tengah Pandemi Korona. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas kini beralih menjadi penjual masker. Hal tersebut dilakukan agar mereka tetap mendapatkan penghasilan di tengah pembatasan sosial akibat pandemi virus Korona.

Herman (40), PKL yang sehari-hari berjualan tas, beralih menjual masker kain yang kini mulai ramai dicari masyarakat sejak ada imbauan pemerintah tentang kewajiban memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Jualan tas setop sementara ini, karena enggak ada yang beli, sekarang jualan masker dulu,” kata Herman.

Menurut Herman, sudah hampir dua minggu dirinya mengalihkan usaha menjual masker demi mendapatkan penghasilan untuk membiayai rumah tangga. Tidak hanya Herman, hampir di sepanjang Jalan Dewi Sartika berjajar penjual masker kain.

“Lumayan dari pada tidak ada penghasilan sama sekali, sehari bisa laku delapan sampai 10 masker,” katanya.

Dirinya mengatakan harga masker yang sebelum wabah Korona dijual Rp 5.000, kini dihargai Rp10 ribu. Ada juga masker scuba dibandrol Rp15 ribu. Masker kain yang dijual dengan beragam model dan motif, serta warna yang menarik. Harga maksimal masker Rp15 ribu.

Masker-masker tersebut dipesan oleh pedagang dari salah satu konveksi yang ada di wilayah Kota Depok. Pemesanan diharuskan minimal 2 lusin atau sekitar 24 masker, kurang dari itu tidak dilayani.

“Selama dagang saya sudah pesan tiga kali, berarti ada enam lusin,” katanya.

Hal senada juga dirasakan oleh Junet (38) pedagang masker lainnya. Ia merasa sejak ada imbauan wajib menggunakan masker kain untuk warga beraktivitas, memberi angin segar buat pedagang untuk mendapatkan penghasilan.

“Terbantu juga dengan imbauan pemerintah, tapi ya gitu kadang masyarakat belinya banyak maunya, masker yang buat hijablah, masker ini lah, jadi penjualan juga enggak ramai-ramai amat, tapi ada,” kata Junet yang sebelumnya berjualan ikat pinggang.

Tetap berjualan di tengah pandemi virus Korona dan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak sosial juga menimbulkan rasa khawatir di pedagang.

Namun, Junet, Herman dan pedagang kaki lima lainnya di Jalan Dewi Sartika tidak punya solusi lain selain tetap bertahan demi mendapatkan penghasilan.

Dia berharap pada saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok mereka masih dibolehkan berjualan agar tetap memiliki penghasilan.

“Kan kami ini jualan masker, alat pelindung kesehatan, jangan dilarang jualan juga, kalau kami tidak jualan keluarga kami siapa yang kasih makan,” kata Junet. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya