Beranda Metropolis PKL Jual Beli Emas Menjamur di Jalan Dewi Sartika

PKL Jual Beli Emas Menjamur di Jalan Dewi Sartika

0
PKL Jual Beli Emas Menjamur di Jalan Dewi Sartika
BERJAJAR: PKL jual beli emas semakin menjamur di Jalan Dewi Sartika saat keadaan PSBB dan Pandemi Covid-19, Kamis (16/04). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
jual beli emas banyak
BERJAJAR : PKL jual beli emas semakin menjamur di Jalan Dewi Sartika saat keadaan PSBB dan Pandemi Covid-19, Kamis (16/04). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perekonomian masyarakat saat Pandemi Covid-19 semakin sulit. Tak sedikit buruh yang di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), akhirnya kesulitan saban harinya. Demi menyambung kebutuhan, saat ini banyak yang menjual perhiasan. Seperti di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas misalnya. Kini menjamur pedagang kaki lima (PKL), yang menjajakan jual beli emas.

Tidak hanya satu, pantauan Radar Depok lebih dari sepuluh PKL jual beli emas berjajar di jalan sistem satu arah (SSA) tersebut. Tidak hanya jual beli emas, mereka biasanya juga menerima uang kuno, dan jam antik.

Salah satu penjaja jual beli emas di Jalan Dewi Sartika, Munadi mengatakan, saat Pandemi Covid-19 memang banyak yang menjual emas. Tetapi menurutnya yang paling banyak menjual ke PKL jual beli emas, merupakan emas yang patah, atau kalung putus.

“Biasanya yang jual ke sini, yang kondisinya kurang sempurna,” kata Munadi kepada Radar Depok, Kamis (16/04).

Dia mengatakan, harga beli yang ditawarkan beragam tergantung pada karat emas yang akan di jual.

“Harganya beragam, kalau emas 22 karat kami hargai Rp 400 ribu per gram, dan emas 24 karat Rp 600 ribu per gram,” jelas Munadi.

Selama pandemi Covid-19 pihaknya mengaku lebih banyak warga yang menjual perhiasannya.

“Saat Pandemi sekarang banyak warga yang menjual perhiasannya,” tukas Munadi.

Emas yang dibeli akan dilebur untuk dijadikan perhiasan baru.

“Yang sudah kami beli akan kami lebur,” kata Munadi.

Sementara itu, salah satu warga yang menjual perhiasannya, Maryam mengaku, sengaja menjual perhiasannya ke PKL jual beli emas. Menurutnya, di sana warga bisa menjual emas yang patah dan putus.

“Kebetulan surat emas saya hilang, kalau di jual ke toko harganya bisa anjlok, jadi saya jual kesini,” katanya.

Dia mengatakan, sengaja menjual emas karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Terlebih saat Pandemi Covid-19 yang juga melanda di Kota Depok.

“Kebutuhan lagi banyak, belum lagi suami saya juga pendapatannya menurun jadi terpaksa jual apa saja yang bisa di jual,” ulas Maryam. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya