ridwan kamil size kecil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
yamaha-nmax
ridwan kamil size kecil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, resmi mengajukan permohonan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk lima wilayah secara bersamaan, Rabu (8/4). Kelima wilayah itu, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi (Bodebek). Kelima wilayah ini diharapkan masuk ke dalam PSBB Klaster DKI Jakarta, dan namanya menjadi Klaster Jabodetabek.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, surat permohonan PSBB Bodebek nantinya akan dinilai oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pria yang akrab disapa Kang Emil itu, berharap keputusan akan keluar dalam satu atau dua hari mendatang.

“Surat dari lima kepala daerah (Bodebek) sudah masuk ke kami (Pemprov Jabar) kemudian kami rekap dan hari ini (kemarin) Pemda Provinsi Jabar mengajukan PSBB lima wilayah Bodebek, nanti akan di review Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan sehari atau dua hari keluar keputusannya,” kata Kang Emil, dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Menurut dia, wilayah Bodebek harus seirama dengan DKI Jakarta dalam mementukan kebijakan pencegahan Covid-19. Sebab, data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga  Katar Curug Akan 'Garap' Warung Katar

“Ini mengindikasikan kita ingin satu frekuensi kebijakan dengan DKI Jakarta, karena data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek,” jelas Kang Emil.

Oleh karena itu, menurut Emil, apapun kebijakan DKI Jakarta harus diikuti oleh Bodebek. Selain itu Bodebek juga nantinya bisa memberi masukan yang bisa dipertimbangkan oleh DKI Jakarta.

“Apapun yang DKI Jakarta putuskan kita akan mengikuti atau sebaliknya ada masukan dari kami yang DKI Jakarta bisa pertimbangkan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, PSBB Kota Depok sudah diajukan ke Gubernur Jawa Barat guna dikaji dan dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan RI. Pengajuan PSBB Kota Depok, demi mencegah dan bertambahnya masyarakat yang terserang Covid-19.

“Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok akan berkoordinasi dengan kembali dengan Forkopimda dan instansi terkait terkait langkah teknis PSBB,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Rabu (8/4).

Baca Juga  Airlangga Hartarto Bawa Dua Menteri Minta Doa Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar

Mohammad Idris mengungkapkan, terkait Labkesda Kota Depok sebagai laboratorium untuk pemeriksaan Swab PCR, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, dalam tahap persiapan. Tahap persiapan tersebut meliputi sarana, prasarana, SDM, dan prosedur. Mohammad Idris tidak memungkiri masih ada kendala dalam periapan tersebut.

Idris menjelaskan, kendala yang dialami saat ini adalah persiapan Biosafety Lab guna memenuhi syarat pemeriksaan PCR yang masih dalam tahap proses. Hal itu harus dilakukan secara cermat dan memenuhi syarat yang ditentukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

“Selain itu kami telah mengeluarkan No420/117-Huk/Disdik tentang perpanjangan masa belajar di rumah,” terang pria yang juga Walikota Depok ini.

Menurut walikota, surat endaran tersebut merupakan perpanjangan masa belajar di rumah untuk PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/SMA, dan lembaga pendidikan non formal dalam upaya pencegahan Covid-19 di Kota Depok. Peserta didik dilakukan perpanjangan masa belajar selama 18 hari.

Baca Juga  Zainal: Saya Tak Doping

“Perpanjangan masa belajar di rumah mulai 13 April hingga 30 April,” bebernya.

Terkait data terkini Covid-19 Kota Depok kata dia. Kasus positif sebanyak 73 orang, sembuh 10 orang, dan meninggal delapan orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 588 orang, selesai pemantauan tujuh orang, dan masih dalam pemantauan 581 orang. Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) berjumlah 636 orang, selesai pengawasan 115 orang, dan masih dalam pengawasan 521 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.256 orang, selesai pemantauan 253 orang, dan masih dalam pematauan 2.003 orang. Untuk PDP yang meninggal mencapai 31 orang. (rd/net)

 

Fakta dan Data Korona di Kota Depok (8 April 2020) :

Terkonfirmasi Positif : 73 orang (+2)

Sembuh : 10 orang

Meninggal Positif : 8 orang

PDP Meninggal : 31 Orang (+3)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71), Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya