Kerta api
AKAN TAMBAH JADWAL : KRL Comutter Line Jabodetabek saat melintas di perlintasan kawasan Universitas Indonesia, Jumat (22/11). PT KCI akan meningkatkan perjalanan rangkaian kereta bertahap hingga akhir tahun 2020. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN TAMBAH JADWAL : KRL Comutter Line Jabodetabek saat melintas di perlintasan kawasan Universitas Indonesia. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Setelah mengevaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19), lima kepala daerah kembali mengusulkan pemberhentian sementara kereta rel listrik atau KRL. Kelima daerah tersebut, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Kami lima kepala daerah tetap mengusulkan kepada Kemenhub untuk menghentikan sementara KRL selama PSBB,” kata Bupati Bogor Ade Yasin usai rapat bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan perwakilan Bupati Bekasi di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/04) petang.

Ia menyayangkan, dengan tidak adanya perubahan operasional KRL Jabodetabek saat penerapan PSBB dengan sebelum diterapkan PSBB.

“Paling tidak membatasi, menutup stasiun tertentu dan menyeleksi orang-orang yang akan bepergian menggunakan KRL,” katanya.

Lima kepala daerah Bodebek sepakat memperpanjang masa penerapan PSBB selama 14 hari ke depan, terhitung sejak habisnya pemberlakuan tahap satu, yaitu 28 April 2020.

Ade Yasin menyebutkan, rata-rata pasien positif terinfeksi virus Korona yang berdomisili di Kabupaten Bogor lantaran tertular di dalam KRL.

“Kami yakin salah satu penyebab maraknya kasus positif, karena KRL. Dari data yang ada rata-rata dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta,” ujarnya.

Sebelumnya, usulan Ade Yasin bersama empat kepala daerah lain di Bodebek mengenai pemberhentian sementara KRL, dibalas dengan surat pemberitahuan dari Kemenhub Nomor: KA.207/1/2. PHB.2020 tentang Pengaturan Pembatasan Operasi KRL Jabodetabek.

Menurutnya, dalam surat tersebut pada poin empat dijelaskan, permohonan pemberhentian sementara KRL tidak dimungkinkan, meski dalam situasi PSBB.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan akan tetap mengoperasikan perjalanan KRL mulai Sabtu 18 April, dengan pola operasi yang sama sejak pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Jam operasional KRL adalah pukul 06.00-18.00, dengan keberangkatan kereta pertama dari wilayah penyangga Jakarta pukul 05.00. (rd/net)

Editor : Pebri Mulya