qonita lutfiyah
Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah.
qonita lutfiyah
Qonita Lutfiyah.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kendati sudah mengeluarkan effort besar untuk menggalang kekuatan bersama Depok Tertata. Namun, Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah menyambut positif penundaan Pilkada Serentak 2020. Sebab, saat ini sisi kemanusiaan yang harus diutamakan.

Diketahui, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI bersama KPU serta Bawaslu RI, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/3), sepakat untuk menunda Pilkada akibat wabah Korona.

“Pilkada Serentak yang sedianya digelar 23  September 2020 ini ditunda karena pandemi virus Korona yang mewabah di dalam negeri. Salah satu poinnya melakukan penundaan tahapan Pilkada 2020 yang berakibat pada penundaan pelaksanaan pemungutan suaranya serta tahapan lainnya,” tutur Qonita kepada Radar Depok, Selasa (31/3).

Menurut wakil Badan Kehormatan DPRD Kota Depok ini, di saat wabah Korona telah menyebar di Indonesia, khususnya Kota Depok yang masuk kategori zona merah, penundaan Pilkada merupakan langkah bijak. Sebab, demi keselamatan masyarakat.

“Pemilihan serentak 2020 penting untuk Kota Depok, tapi jauh lebih penting menjaga kesehatan dan keselamatan warga Depok,” tegas Qonita.

Hasil RDP tersebut, lanjut putri KH. Syukron Mamun, ada poin penting yang perlu digaris bawahi, yakni Komisi II DPR RI meminta kepada kepala daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 merealokasi dana Pilkada yang belum terpakai untuk penanganan Covid-19.

“Ini menjadi angin segar bagi seluruh elemen yang berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini harus segera dilakukan rapat koordinasi. Sehingga, penanganan Korona dapat maksimal dan bisa dibelikan alat medis, APD maupun keperluan lainnya,” lanjut Qonita.

Tidak hanya itu, selain penanganan pencegahan penyebaran virus Korona, juga perlu dianggarkan untuk dampak yang ditimbulkan bagi Covid-19 yang menjadi pandemi di seluruh dunia. Sebab, masyarakat yang ekonomi lemah akan semakin sulit menghidupi keluarga mereka tiap harinya.

“Bagimana mereka yang menjadi buruh harian lepas, pengemudi angkutan umum, ojek online, pedagang dan lainnya yang mengandalkan hasil kerja hari itu untuk makan besok atau malah hari itu juga,” tegas Qonita.

Namun, ia kembali menegaskan, revisi anggaran tersebut benar-benar untuk prioritas ke pencegahan, penanganan dan dampak wabah dari virus Korona. Serta bukan, untuk kepentingan atau program lain.

“Semua anggaran tersebut yang fokus untuk Covid-19, harus transparan dan tepat sasaran, karena ini akan berimbas langsung dari keberlangsungan hidup manusia,” tegasnya.

Ia berharap, seluruh elemen dapat bergotong royong mencegah penyebaran virus Korona dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, untuk tidak panik dan melakukan sesuatu yang berlebihan, seperti panic buying.

“Insya Allah jika bahu membahu dan mematuhi protokol kesehatan dan arahan pemerintah, wabah ini dapat hilang atas izin Allah. Tetap semangat dan terima kasih kepada tenaga medis yang terus menjadi garda terdepan menangani Covid-19,” pungkas Qonita. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya