ramai-ramai ke penggadaian
RAMAI: Kantor Pegadaian Depok dipadati nasabah, sejak pagi hingga sore hari. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
ramai-ramai ke penggadaian
RAMAI : Kantor Pegadaian Depok dipadati nasabah, sejak pagi hingga sore hari. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dampak pandemi virus korona (Covid-19) di Kota Depok terus bertambah, pendapatan warga terus merosot karena sektor ekonomi di Kota Depok tidak berjalan dengan baik. Banyak warga yang putar otak untuk mendapatkan pemasukan termasuk menggadaikan barang berharga miliknya.

Pantauan Radar Depok, puluhan nasabah memenuhi Pegadaian Cabang Depok di Jalan Siliwangi sejak pagi hingga siang hari. Petugas Pegadaian Depok, Rasykin mengatakan kantor pegadaian Depok mulai ramai sejak pandemi Covid-19 mewabah di Kota Depok.

Dia mengatakan biasanya nasabah menggadaikan emas, dan alat elektronik lainnya. “Sudah beberapa hari ini pegadaian Depok ramai, karena sejumlah kantor Pegadaian di Depok tutup, sehingga nasabah menuju pegadaian cabang Depok di Jalan Siliwangi,” kata Rasykin kepada Radar Depok.

Bukan hanya nasabah yang ingin menggadaikan barangnya saja, tapi ada juga nasabah yang jatuh tempo menebus barangnya. “Yang jatuh tempo, karena takut barangnya dilelang, ada pula yang memohon perpanjangan,” katanya.

Menurutnya untuk menggadaikan barang sangat mudah, nasabah tinggal membawa barang yang ingin digadai, dengan membawa Fotokopi KTP, nanti nasabah juga diminta mengisi formulir yang disediakan petugas. “Tidak semua barang bisa digadaikan, kami memiliki tim penilai, untuk menentukan harga barang yang digadaikan,” tukasnya.

Sementara itu, mengingat anjuran sosial distancing, dan fisikal distancing pihaknya terus melakukan sosialisasi pada nasabah. “Kita terapkan sosial distancing, bangku nasabah yang antrepun kami atur, di pintu depan kami selalu periksa suhu tubuh nasabah, dan menyediakan hand sanitizer,” tukas Rasykin.

Terpisah nasabah Pegadaian asal Sukmajaya, Masyanto mengatakan terpaksa menggadaikan emas milik istrinya karena penghasilannya mengojek berkurang. “Saya gadaikan emas, buat belanja, karena penghasilan saya semenjak Korona berkurang,” kata Masyanto. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya