ilustrasi pemeriksaan suhu badan pengendara
ILUSTRASI : Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna percepatan penanganan Covid-19. FOTO : ISTIMEWA
ilustrasi pemeriksaan suhu badan pengendara
Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna percepatan penanganan Covid-19. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Setelah beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat (Jabar) menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), rencananya Gubernur Jabar, Ridwan Kamil akan mengajukan pelaksanaan PSBB tingkat provinsi.

Menurut Emil-sapaan-, PSBB provinsi ini bertujuan untuk mengurangi proses administrasi yang panjang, sehingga bisa menampung daerah-daerah non metropolitan dalam satu payung hukum di tingkat provinsi.

Adapun PSBB terkategori metropolitan dan sudah dijalankan yakni melingkupi Bogor, Depok, Bekasi, lalu Bandung Raya.

“Karena proses PSBB ini ada administrasi yang panjang, sehingga kita bersepakat membuat satu payung hukum besar untuk menampung daerah yang non metropolitan,” ujar Emil, Minggu (26/04).

Jadi, kata dia, untuk daerah metropolitan agar berlanjut terus PSBB-nya, karena perilaku atau kebutuhan penerapannya berbeda dengan non metropolitan.

“(yang non metropolitan) maka nanti (hukum) kita payungi di PSBB Provinsi,” kata Emil.

Emil menambahkan, apabila pemerintah pusat menyetujui usulan ini, maka status PSBB Provinsi ini bisa dipakai oleh daerah secara parsial maupun maksimal.

“Jadi nanti misalkan status PSBB ini dipakai (Kabupaten) Pangandaran secara maksimal atau parsial, bahkan tidak dipakai karena nihil kasus, itu tidak masalah,” katanya.

Emil pun bersyukur banyaknya bantuan yang diberikan beberapa pihak pada pemerintahannya. Karena, dengan semakin banyak bantuan diharapkan akan membantu Gugus Tugas Provinsi dalam menanggulangi penyebaran virus Korona (Covid-19).

Emil berharap tren penyebaran virus  akan turun bulan Juni. Sehingga geliat perekonomian di berbagai sektor bisa segera kembali pulih.

Apalagi, kata Emil, efektif atau tidaknya penerapan PSBB, tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Bila disiplin, maka jumlah kasus positif akan segera menurun. Namun jika tidak disiplin maka penyebaran virus Korona mungkin tak dapat dikendalikan.

“Kalau kita disiplin, kita ini taat pada PSBB, (ekonomi) bangkitnya juga cepat. Jadi repot sekalian, supaya recovery-nya cepat sekalian. Ketimbang nanggung- nanggung disiplinnya, recovery-mya juga nanggung- nanggung kalau begitu,” jelasnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya