Beranda Utama Sekda Soroti KRL dan Bandara

Sekda Soroti KRL dan Bandara

0
Sekda Soroti KRL dan Bandara
BERAKTIFITAS: KRL Commuter Line menunggu penumpang di Stasiun Depok Baru. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
kereta commuter line di virus korona
BERAKTIFITAS : KRL Commuter Line menunggu penumpang di Stasiun Depok Baru. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari ini Kota Depok mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejumlah pembatasan aktivitas masyarakat pun disoroti oleh berbagai pihak, salah satunya operasional transportasi umum.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono mengatakan, sehari sebelumnya terjadi antrean pengguna KRL Commuterline, dan menjadi perhatian masyarakat. Untuk menghindari hal itu, ia berharap Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT. KAI.

“Iya Dishub harus koordinasi dengan Kemenhub dan PT KAI,” ungkap Hardiono kepada Radar Depok, Selasa (14/04).

Selain itu, Hardiono juga menyoroti soal Bandara agar ditutup buat Warga Negara Asing (WNA). Ia menilai asal muasal virus korona (Covid-19) ke Indonesia berasal dari luar negeri.

“Saya pernah bicara bandara agar ditutup buat WNA. Bandara bisa dipakai yang milik TNI AU saja. Bisa untuk angkut barang dan obat-obatan atau APD,” tutur Hardiono.

Untuk memaksimalkan agar PSBB berjalan maksimal, Hardiono meminta semua warga agar mengikuti aturan pemerintah.

Terpisah, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, sampai saat ini masih tidak bisa membatasi pengguna KRL Commuterline. “Karena memang mereka termasuk kelompok captive terhadap transportasi umum,” ucap Djoko saat dihubungi Radar Depok, Selasa (14/04).

Selain itu lanjutnya, masih banyaknya masyarakat yang bekerja, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masih terjadinya penumpukan penumpang di beberapa stasiun.

“Mungkin harus ditambah lagi sarananya dan sebaiknya jam operasionalnya diperpanjang,” pungkasnya. (rd/gun/tul)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi), Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya