Beranda Metropolis Shelter Ojol Stadela Buka Lagi

Shelter Ojol Stadela Buka Lagi

0
Shelter Ojol Stadela Buka Lagi
SEMPROT: Motor yang masuk shelter ojol Stasiun Depok Lama wajib di semprot desinfektan. FOTO : ISTIMEWA
shelter ojol stadela dibuka
SEMPROT : Motor yang masuk shelter ojol Stasiun Depok Lama wajib di semprot desinfektan. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Setelah sebelumnya sempat ditutup. Shelter (tempat pemberhentian khusus) ojek online (ojol) di Stasiun Depok Lama (Stadela), Kelurahan Depok, Pancoranmas, kembali dibuka. Bukan tanpa alasan shelter tersebut kembali dibuka, meski ditengah pandemi virus Korona.

Pengurus Shelter, Yoga Stadela mengatakan, atas permintaan beberapa pengendara dan masyarakat, akhirnya shelter kembali dibuka. Namun demikian , pihaknya lebih memperketat aturan bagi pengendara yang mangkal.

“Ada beberapa permintaan, karena daripada ojol mangkal di pinggir jalan lebih baik lebih baik nunggu di shelter,” kata Yoga kepada Radar Depok, Kamis (16/04).

Saat ini, kata dia, shelter dilengkapi dengan alat semprot desinfektan dan hand sanitizer. Setiap pengendara yang masuk ke shelter diwajibkan untuk menyemprotkan motornya dengan desinfektan.

“Setiap masuk motor harus disemprot, walaupun sudah sering keluar masuk. Karena kami tidak tahu pengendara masuk dan mengantar makanan kemana,” kata Yoga.

Selain itu, pertimbangan lain bahwa saat ini ojol tidak mengangkut penumpang. Sehingga, menurutnya, tidak perlu khawatir ada penumpukan penumpang di shelter.

“Saat ini aplikasi sudah menghapus pengantar penumpang, sehingga ojol hanya bisa antar makanan dan barang, jadi tidak perlu takut ada penumpukan penumpang di shelter, karena saat ini hanya ojol yang berada di shelter,” kata Yoga.

Terpisah, pengendara ojek online, Muhammad Adli mengatakan, sangat terbantu dengan dibukanya kembali shelter tersebut. Sehingga dirinya bisa kembali mangkal disana.

“Daripada saya nongkrong di pinggir jalan lebih baik di shelter. Lagian orderan juga sepi, daripada keluyuran tidak jelas, mendingan mangkal di shelter sambil tunggu orderan,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemilik Shelter, Sofinal Mansyur mengatakan, pihaknya memang sengaja menutup shelter untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Korona.

“Kami sengaja menutup ini, untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran virus Korona,” kata Sofinal.

Penutupan shelter selama 14 hari sesuai anjuran yang dikeluarkan pemerintah untuk menghindari penularan di shelter. “Waktu 14 hari diharapkan mampu menghambat peredaran virus, seperti anjuran pemerintah,” pungkasnya. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya