Silat Komedi, Pelestari Budaya Dari Cilodong Kenalkan Silat Padjajaran hingga Sera Kong Minang (2)

In Metropolis
silat komedi 1
KOMPAK : Anggota dan pengurus perguruan silat Komedi berfoto bersama. FOTO : ISTIMEWA

 

Banyak cara mengampanyekan kebudayaan, salah satunya pencak silat kepada generasi milenial. Tentu diperlukan media yang sangat dekat milenial tersebut. Medisa sosial dianggap paling dekat, sehingga tepat jika medsos digunakan sebagai sarana mengenalkan dan melestarikan pencak silat.

Laporan : Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Tidak hanya pencak silat Padjajaran, Silat Komedi juga berupaya mengenalkan silat tradisi asal Cilodong, yaitu Silat Sera Kong Minang.

Belum banyak yang tahu silat asli Cilodong tersebut, karena memang pencak silat Sera Kong Minang memang merupakan silat tradisi, dan tidak dilombakan.

“Selain silat Padjajaran kami juga mengenalkan silat asli Cilodong, yaitu Silat Sera Kong Minang. Hal ini sebagai bentuk pelestarian kebudayaan daerah Kota Depok,” kata Pelatih Silat Komedi, Ade Angga Chas kepada Radar Depok.

Silat Sera memang tidak banyak dikenal, karena silat Sera Kong Minang merupakan silat tradisi yang tumbuh dan berkembang sejak jaman penjajahan.

“Tidak banyak yang tahu, karena silat ini memang khusus untuk bertarung, dan tidak dilombakan,” kata Angga saat ditemui di rumahnya di RT01/08, Kelurahan/Kecamatan Cilodong.

Menurutnya gerakan silat Sera Kong Minang lebih rapat, sehingga pertahanan dirinya lebih kuat. Namun demikian dirinya merasa bertanggung jawab untuk melestarikan budaya silat khas Kota Depok tersebut.

Silat Komedi sering diundang acara resmi seperti Ulang Tahun Kota Depok, tingkat kecamatan dan kelurahan. Tetapi menurutnya seolah pelestarian budaya hanya dilakukan per-event saja, kalau tidak ada event maka tidak ada pertunjukan.

Ia berinisiatif membuat konten youtube, dan instagram Silat Komedi yang selalu menampilkan video pencak silat. “Masa kebudayaan ditampilkannya kalau ada acara saja, kenapa kita nggak buat youtube atau instagram yang bisa disaksikan setiap saat,” kata Angga.

Agar tidak bosan dirinya juga memasukan unsur komedi di bebarapa video yang diunggah. Sehingga masyarakat khususnya generasi milenial bisa menikmati kebudayaan pencak silat dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

“Kami memasukan berbagai unsur kebudayaan dalam video yang kami unggah, dengan sedikit memasukan unsur komedi agar menarik dilihat milenial,” kata Angga.  (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Longsor di cilodong

Hujan Deras, Turap di Taman Depok Permai Sukamaju Longsor

EVAKUASI : Petugas Damkar Kota Depok dari Mako Kembang bersama Satgas Banjir Dinas PUPR saat

Read More...
antre beli sayur di depok

Gegara Korona, Belanja Sayur Pakai Jarak

BELANJA : Warga saat membeli sayur dengan teratur jaga jarak duduk di kursi yang telah

Read More...
lupakan politik utamakan kemanusaiaan

Lupakan Dulu Politik, Sekarang Kemanusiaan

BANTUAN : Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya (kiri) turut serta membantu penyaluran

Read More...

Mobile Sliding Menu