Tanah Wakaf Alternatif Pemakaman Covid-19

In Metropolis
tanah wakaf alternatif
ILUSTRASI : Warga saat berziarah ke makam sanak saudara di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Depok.DLHK Kota Depok mengatakan selain di TPU, jenazah pasien positif Korona bisa dimakamkan di tanah wakaf yang telah mendapat persetujuan warga. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kota Depok saat ini jangan lagi resah soal pemakaman jenazah akibat Virus Korona alias Covid-19. Jumat (3/4), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memastikan jenazah Covid-19, aman dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati mengatakan, sosialisasi terkait jenazah Covid-19 tengah dilakukan DLHK Kota Depok. Salah satunya melalui Koordinator TPU kepada masyarakat. Hal itu dikarenakan, pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19 telah sesuai protokol yang ditetapkan pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir tertular, karena pemakaman jenazah Covid-19 sesuai prosedur,” ujar Ety Suryahati kepada Radar Depok, Jumat (3/4).

Ety mengungkapkan, selain menggunakan TPU, pemakaman jenazah Covid-19 dapat menggunakan tanah wakaf milik keluarga. Itu juga telah mendapatkan persetujuan dari masyarakat sekitar. Hal itu pun telah dilakukan DLHK Kota Depok, setelah menyosialisasikan kepada masyarakat setempat.

Menurutnya, jenazah Covid-19 sebelum dimakamkan dibersikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di rumah sakit. Bahkan, sebelum di bawa ke pemakaman jenazah Covid-19 telah melewati proses pemulasaraan, sehingga terbebas dari penyakit. Ety Surhati meminta masyarakat guna tidak melakukan penolakan, apalagi pihaknya telah melakukan sosialisasi positif terkait pemakaman jenazah Covid-19. “Seluruh TPU telah siap menerima pemakaman jenazah Covid-19, dan  saya memianta jangan ada penolakan,”

Sebelumnya, masyarakat Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, melakukan penolakan terhadap pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Perigi Bedahan.

Ketua RW7, Nasam HK mengatakan, masyarakat Bedahan maupun yang berada di sekitar TPUI Perigi Bedahan, menolak penguburan jenazah korban Korona. Hal itu dikarenakan, Pemerintah Kota Depok tidak menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa jenazah korban keganasan virus korona kepada masyarakat Bedahan.

“Ambulan datang lewat lingkungan kami tanpa permisi atau koordinasi dari Pemerintah Kota Depok,” ujar Nasam kepada Radar Depok.

Nasam menyayangkan, Pemerintah Kota Depok yang seakan menyepelekan masyarakat sekitar TPUI Perigi Bedahan. Seharusnya, Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dengan pengurus lingkungan terkait pemakaman jenazah korona. Apalagi, Nasam melihat Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman jenazah korban korona dinilai minim dan seadanya. Nasam melihat, sarung tangan yang digunakan untuk pemakaman di buang sembarangan dan di luar SOP. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PGRI Tapos berbagi APD

PGRI Tapos Berikan 50 APD ke Puskesmas

KESELAMATAN : PGRI Kecamatan Tapos memberikan 50 paket Alat Pelindung Diri (APD) ke Puskesmas Kecamatan

Read More...
MKKS SMP berbagi sembako

MKKS SMP Depok Berbagi dengan Penjaga Pintu Kereta

SOSIAL : Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin bersama dengan pengurus MKKS SMP Kota Depok

Read More...
sinergi pengasinan disinfektan

Sinergi Binmas dan Babinsa Pengasinan di Pandemi Virus Korona

ABDIKAN DIRI : Binmas dan Babinsa Kelurahan Pengasianan sedang menyemprotkan desinfektan ke rumah ODP dan

Read More...

Mobile Sliding Menu