Beranda Satelit Depok Tiga Pilar Sukmajaya Monitoring PSBB

Tiga Pilar Sukmajaya Monitoring PSBB

0
Tiga Pilar Sukmajaya Monitoring PSBB
PENINJAUAN: Tiga Pilar Sukmajaya melakukan pemantauan penerapan PSBB di Masjid Al Awami di RT 05/01 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (17/4). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
tiga pilar sukmajaya monitoring
PENINJAUAN : Tiga Pilar Sukmajaya melakukan pemantauan penerapan PSBB di Masjid Al Awami di RT 05/01 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (17/4). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Agar penerapan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) optimal Tiga pilar Kecamatan Sukmajaya terus melakukan pemantauan. Jumat (17/4) mereka memonitoring ke Masjid Al Awami RT 05/01 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (17/04).

Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi yang memimpin pemantauan mengatakan, giat tersebut dilakukan untuk memantau warga agar dalam waktu sementar mengikuti ketetapan yang pemerintah buat,  salah satunya ibadah Salat Jumat di masjid.

“Saya tau ini berat. Tapi ini untuk kemaslahatan umat seluruhnya agar mencegah penyebaran covid 19,” kata Tito kepada Radar Depok.

Ia juga memohon pengertian serta kerjasamanya kepada seluruh warga sukmajaya agar mengikuti protokol PSBB. Salah satunya beribadah dirumah, jangan keluar rumah tanpa tujuan yang jelas dab penting, hingga menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah.

“Ayo sama sama kita ikuti. InsyaAllah ini bisa berakhir jika kita patuh dan bergotong royong melakukannya. Semua yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kesehatan seluruhnya,” jelasnya yang didampingi Ketua RT setempat.

Pihaknya juga tidak hanya melakukan pemantauan ke rumah ibadah, melainkan ke rumah makan yamg ada di kawasan tersebut untuk tidak menyediakan layanan makan di tempat, melainkan layanan makan yang di bawa pulang ke rumah sehingga tidak menjadi titik keramaian.

“Ini juga perlu kami tegaskan untuk rumah makan. Tolong kerja sama kita semua. Buka tetap diperbolehkan, tapi ikut aturannya,” ungkap Tito.

Sementara, Ketua RT 5/1, Kelurahan Abadijaya  Idrus Maulana mengatakan, meski berat hati, tapi warga tetap mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah, dalam menanggulangi wabah Covid-19.

“Pada dasarnya sih tidak nerima jumatan ditiadakan, masalahnya demi kemaslahatan umat dan mengikuti himbauan pemerintah jadi nerima dengan keputusan tersebut,” tambahnya.

Idrus juga mengapresiasi warganya yang bisa berbesat hati menerima keputusan ditiadakannya ibadah. Komunikasi yang baik dilakukannya ke pada warga sehingga warga sekitar mau mematuhi apa yang menjadi keputusan pemerintah. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu  (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya