dokter virus korona
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Bunda Margonda, Resna Murti Wibowo.
dokter virus korona
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Bunda Margonda, Resna Murti Wibowo.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Munculnya wabah virus Korona (Covid-19) di Kota Depok masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Wabah virus dari Wuhan Tiongkok ini sudah banyak memakan korban jiwa di seluruh dunia, selain itu, persebaran penyakitnya juga sangat cepat jika dibandingkan virus lainnya.

Warga Kelurahan Cilodong, Toni Tulus mengaku, khawatir dengan adanya pandemi Korona ini. Sebab, dia takut bisa tertular virus ini karena tidak tahu dengan pasti bagaimana cara pencegahannya.

“Selama ini kan saya baca di media sosial katanya Korona bisa menular lewat udara, saya jadi takut. Gak tau itu benar atau enggak,” katanya, Selasa (31/3).

Sementara itu, Eka Intan, Warga Kelurahan Sukmajaya juga merasa cemas dengan adanya Korona di Depok. Apalagi saat ini jumlah pasien positif maupun PDP dan ODP Korona terus bertambah. “Ya kan cemas aja, kok bisa cepet banget penularannya,” tutur Eka.

Dia mengungkapkan, selain takut Korona, dia juga khawatir jika terus-menerus menggunakan hand sanitizer akan berpengaruh pada kesehatan kulitnya. “Kalau menggunakan cairan kimia kaya gitu dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah pada kulit,” ungkapnya.

Terkait hal itu, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Bunda Margonda, Resna Murti Wibowo punya tips aman untuk warga selama menghadapi pandemi Korona ini.

Resna menilai, virus korona ini akan lebih mudah menempel pada seluruh bidang yang berdekatan dengannya dan mempunyai kemampuan berkaitan sesuai waktunya.

“Korona menyukai jaringan nafas seperti hidung, tenggorokan dan paru-paru. Virus ini mudah masuk melalui mata, hidung, dan mulut,” tuturnya.

Area yang mempermudah masuk adalah dari tangan yang tercemar dengan virus tersebut ataupun benda yang tercemar. Maka sebaiknya mencuci tangan dengan sabun apa saja yang penting judulnya sabun.

“Perlu antiseptik kah? boleh ya, boleh tidak. Lebih baik jika ada sabun yang berantiseptik,” tutur Resna.

Menurutnya, penggunaan hand sanitizer bersifat opsional, dalam artian alat ini dibutuhkan jika memang tidak ditemukan air untuk cuci tangan sehingga lebih dipermudah dengan hand sanitizer.

“Alangkah lebih baik jika setelah menggunakan lima kali hand sanitizer bisa menggunakan air dengan sabun cuci tangan. Maka tidak heran di tas saya ada sabun cair dan hand sanitizer kecil,” tuturnya.

Ketika disinggung mengenai manfaat berjemur, Resna menyebutkan pada dasarnya berjemur tidak membunuh virus tersebut, tapi memperkuat tubuh terhadap penyerapan vitami D dan kalsium dengan bantuan sinar matahari. “Berjemur juga akan meningkatkan imun tubuh kita,” jelasnya.

Dia menambahkan, mengonsumsi vitamin saat pandemi Korona ini sangat diperlukan. Terutama vitamin C dan E. “Vitamin adalah modali kita dalam berperang melawan Korona. Vitamin C dan E akan meningkatkan ekspresi sel imunitas tubuh kita dan dibantu vitamin D, zinc, selenium yang menjadikan kekuatan melawan virus,” tukasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya