portal ke makam perigi jenazah korona
DITUTUP WARGA : Warga sedang memasang portal untuk membatasi akses masuk ke makam. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

portal ke makam perigi jenazah korona
DITUTUP WARGA : Warga sedang memasang portal untuk membatasi akses masuk ke makam. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Warga sekitar ngotot menolak penggunaan Tempat Pemakaman Umum Islam (TPUI) Perigi, kelurahan Bedahan, Sawangan, sebagai tempat pemakaman korban virus Korona.

Warga bahkan menutup akses ke dalam makam dengan membuat pintu pagar semi permanen, agar mobil ambulance tidak bisa masuk ke areal pemakaman.

Kukuh Hendriawan, seorang warga setempat mengatakan, warga melakukan blokade jalan lantaran mereka mendapatkan kabar yang menyebutkan Pemerintah Kota Depok akan kembali melakukan pemakaman korban korona di sana.

“Tadi malam ada isu mau masuk lagi jenazah. Warga langsung blok jalan dengan memasang portal ke empat titik pintu masuk pemakaman,” kata Kukuh, Rabu (1/4).

Meski pada akhirnya, pemerintah tidak jadi memakamkan jenazah disana, ucap Kukuh, warga tetap melakukan penutupan jalan. Hal ini sampai ada keputusan dari Pemerintah Kota Depok mengenai aturan yang jelas terkait pemakaman jenazah korona disana.

“Kami masih khawatir kalau jenazah korban Korona dikuburkan lagi di sini. Selain khawatir akan terdampak mengingat kuburan sangat dekat dengan pemukiman penduduk, sisah APD dari petugas yang menguburkan seperti sarung tangan ditinggal berserakan di sini,” bebernya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Depok tidak lagi menguburkan jenazah korban Korona di sana sebelum adanya kejelasan dan sosialisasi yang mendalam kepada masyarakat.

“Penutupan askes jalan makam akan tetap dilakukan,” tutupnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya