dewi astuti
HEBAT : Owner batik print, Dewi Astuti saat menunjukan batik yang diproduksi. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
dewi astuti
HEBAT : Owner batik print, Dewi Astuti saat menunjukan batik yang diproduksi. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Dewi Astuti (34), wanita berhijab ini sukses dengan usaha yang digelutinya sejak 2017 silam. Dengan membuat berbagai aksesoris dan pakaian dari batik print, membuat dirinya sanggup mengantongi keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang menampilkan kekayaan dan keragaman di setiap daerahnya. Batik juga sangat digemari oleh setiap kalangan untuk menunjang penampilan diberbagai kesempatan.

Melihat besarnya peluang yang ada, Dewi Astuti yang merupakan perempuan berdarah Yogyakarta ini, mencoba membuat batik print untuk berbagai pakaian hingga aksesoris lainnya.

Berbekal ilmu yang didapat di tanah kelahirannya, membuat dirinya mencoba mengaplikasikan batik print untuk lebih agar telihat mewah dan makin banyak digemari khususnya bagi kaula muda.

“Alhamdulillah, kami mencoba membuat batik print ini sejak 2017 ketika saya hijrah ke Depok,” ucapnya kepada Radar Depok.

Bahan-bahan yang dirinya gunakan semua berasal dari Yogyakarta yang sudah dapat dijamin kualitasnya. Batik yang telah selesai di print, kemudian dibuat untuk kalung, tas, dompet, tempat tisu, bantal hingga pakaian anak-anak dan dewasa sekalipun.

“Kembali mengenalkan batik memang tidak mudah, terutama di kalangan remaja ya, tetapi kami di sini mencoba membuat yang lebih kekinian dan tetap terlihat fashionable,” tuturnya.

Wanita berhijab yang tinggal di Kelurahan Cimpaeun ini, telah memiliki dua toko di wilayah Jakarta Selatan, dengan jumlah karyawan sekitar 10 orang.

Tak tanggung-tanggung, omset yang didapat sangat menggiurkan, yakni berkisar dari Rp80 juta hingga ratusan juta dalam setiap bulannya.

Dirinya pun sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraihnya, dan ia pun selalu menyisihkan sebagian rejekinya untuk anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan.

“Itu cara saya mensyukuri nikmat Allah, semoga saya bisa terus bermanfaat bagi masyarakat banyak,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya