Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

In Utama
Reza Indragiri Amriel.
Reza Indragiri Amriel.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di tengah kegamangan saat mewabahnya Virus Korona (Covid-19), malah menjadi peluang bagi pelaku kejahatan. Belum lagi ditambah dengan dilepasnya puluhan ribu narapidna (Napi), membuat situasi semakin mematik kegelisahan masyarakat. Setelah terdapat pembunuhan dan dua perampokan. Terbaru, dua residivis pencurian bermotor (Curanmor) tertangkap tangan di Kelurahan Sukatani, Tapos.

Adanya rentetan kejadian tersebut, Kriminolog lulusan Psikologi Forensik The University of Melbourne, Reza Indragiri Amriel mengatakan, masyarakat tentu berharap puluhan ribu napi yang dibebaskan lebih dini berdasarkan Keputusan Menkumham. Akan menjadi warganegara yang bertanggung jawab pasca keluar lembaga pemasyarakatan (lapas).

Tetapi sayangnya, media mulai memberitakan satu demi satu napi yang kembali berulah di tengah masyarakat, dan itu memantik kegelisahan. Keputusan Menkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04. Tahun 2020 dilatari oleh semangat kemanusiaan, agar para napi dan anak binaan tidak terjangkit maupun menjangkiti sesama warga lapas dengan virus Korona.

Persoalannya, ada logika yang terputus ketika tujuan Kemenkumham, yaitu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Dibandingkan dengan kriteria, semisal hanya 2/3 masa pidana dan 1/2 masa pidana yang memperoleh pembebasan lebih dini. Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa semua orang dapat tertular dan menularkan virus Korona.

Lantas, apa hubungan antara risiko wabah yang menyeluruh itu dengan masa pidana?. Apakah napi dengan masa pidana sekian tahun lebih riskan menderita Covid-19, ketimbang napi dengan masa pidana lainnya? Tidak masuk akal.

Oleh awam, lapas memang diasoasikan sebagai tempat berkubangnya segala kebejatan manusia. Itulah tempat yang ini dijauhi siapa pun, bahkan termasuk oleh pelaku kejahatan paling durjana sekalipun.

Pada sisi lain, lapas boleh jadi merupakan tempat yang cocok untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Lingkungan terisolasi meminimalkan kemungkinan terpaparnya para napi pada virus korona, yang ditularkan oleh orang-orang dari luar lapas.

“Bak pisau bermata ganda, lapas sebagai lingkungan yang terisolasi juga dapat menjadikan seluruh napi  sebagai kelompok yang sangat riskan tertular wabah Corvid-19. Andaikan ada satu saja orang positif Corvid-19 yang masuk, dan menularkan virusnya ke dalam lapas,” katanya kepada Radar Depok, Minggu (19/04).

Langkah penjarakan fisik (physical distancing) besar kemungkinan sulit dilakukan di lingkungan lapas. Belum lagi ketika di lapas terjadi problem overkapasitas, yakni penuh sesaknya penghuni lapas dibandingkan luas area lapas. Kualitas sanitasi juga relevan untuk disoal. Juga, perilaku menyimpang yang secara tipikal berkembang di dalam lingkungan penjara sangat mungkin memperburuk masalah kesehatan para napi.

Kemungkinan lapas menjadi zona aman maupun menjadi zona neraka, hanya bisa dipastikan apabila Kemkumham bisa memastikan seberapa steril lapas dari Covid-19.

“Sekiranya tidak ada satu pun napi yang positif korona, membebaskan mereka lebih dini merupakan kebijakan yang tidak bijak,” tukas dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.

Menurutnya, para napi secara getir harus diakui sebagai sekumpulan individu yang telah melakukan kejahatan maupun pelanggaran hukum. Keputusan untuk mengeluarkan mereka dari dalam lapas sebelum waktunya, tetap harus mempertimbangkan potensi residivism mereka. Ini berarti bahwa otoritas pemasyarakatan harus secara objektif mengukur kemampuan institusi seberapa mujarab program rehabilitasi yang mereka selenggarakan selama ini.

“Pada segi inilah Pemerintah semestinya mafhum bahwa pembebasan dini bukan semata-mata kepentingan para napi, tapi ada kepentingan masyarakat akan rasa aman yang dipertaruhkan di situ. Jika harus dihadap-hadapkan, tak lain adalah kepentingan masyarakat yang seharusnya lebih didahulukan,” tegasnya.

Bila kondisinya marak kriminalitas artinya, masyarakat harus menambah kewaspadaan. Dengan adanya pembatasan social, masyarakat kalau pulang malam bisa lebih cepat sebelum jalan sepi. Di lingkungan juga tingkat keamanan dengan menggalakan kembali sistim keamanan lingkungan (Siskamling).

Diketahui Minggu (19/04), dua orang residivis pencuri kendaraan bermotor dicokok Unit Reskrim Polsek Cimanggis. Keduanya diduga pelaku curanmor mobil pick up. Mereka AD (32) dan RO (45). Sejawat ini beraksi di Jalan Ciherang RT5/5 Kelurahan Sukatani, Tapos Kota Depok, Kamis (16/04) pukul 02:00 WIB.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika anggota Buser Cimanggis sedang observasi. Dan melihat orang mencurigakan sedang berada di dekat mobil Pick Up tanpa plat nomor. Petugas yang curiga kemudian mengintrograsi dan akhirnya diketahui kalau mobil itu hasil curian.

“Lalu dilakukanlah penangkapan dan ternyata benar pelaku sedang memperbaiki kunci Mobil Suzuki Carry pick up warna Hitam, yang telah di rusak kuncinya yang di ketahui merupakan hasil curian milik korban bernama Isnawati,” kata Humas Polrestro Depok Iptu Made Budi, Minggu (19/04).

Kemudian tersangka diintrogasi lebih lanjut, dan didapati keterangan bahwa mobil pick up tersebut adalah hasil curian TKP di wilayah Cimanggis. Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar di TKP tersebut telah hilang mobil jenis Suzuki Carry warna hitam.

“Mereka ditangkap di Kampung Cipeucang Gang Emposan RT1/1 Kelurahan Cileungsi Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Kedua pelaku sudah sering kali mencuri. Mereka berbagi peran ketika beraksi. Saat itu, keduanya berangkat bersama dari Kp Cipeucang Cileungsi  ke Cimanggis Depok dengan menggunakan motor.

Kini kedua pelaku mendekam di sel beserta barang bukti berupa satu mobil hasil curian, lima kunci leter T, satu buah soket, dua lembar STNK dan Buku KIR serta satu motor yang digunakan pelaku untuk beraksi.

“Pelaku dijerat pasal 363 KUHP. Pelaku terpaksa ditindak tegas oleh petugas karena melawan,” tegasnya.

Lalu, seorang perempuan yang baru pulang bekerja menjadi korban perampokan di Jalan Raya Juanda, Kelurahan Mekarjaya,  Sukmajaya Kota Depok, Kamis (16/04) malam. Perampokan itu terjadi sekitar pukul 23:00 WIB. Perempuan bernama Iis Solehati, 28 tahun, yang mengendarai sepeda motor sendirian dari arah Jalan Raya Margonda. Dan dihampiri oleh para terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

Pelaku memukul dan merampas tas korban. Pelaku berhasil membawa tas milik korban yang berisikan 1 buah Hp merk Oppo, uang dan surat-surat lain. Kerugian korban 1 buah Hp merk Oppo dan uang sekitar Rp300 ribu.

Belum lama juga, pencurian dengan kekerasan atau perampokan di Kota Depok. Rabu (15/04) malam sekira pukul 22:30 WIB, sebuah minimarket di Jalan Bulak Timur, Kecamatan Cipayung, Kota Depok menjadi sasaran perampokan. Para pencuri bersenjata celurit menggasak uang senilai Rp 35 juta. Di waktu yang bersamaan juga seorang perempuan ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di bawah pohon di Situ Pengarengan, RT02/11, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya. Penemuan mayat itu lalu dilaporkan warga ke pihak keamanan setempat.

Beredar sebuah video penangkapan terhadap pelaku yang diduga merampok minimarket di Jalan Bulak Timur, Kecamatan Cipayung Kota Depok. Dalam video itu, terlihat warga meneriaki pelaku yang digiring oleh polisi pada Sabtu (18/4) malam.

Kapolres Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus itu. Azis belum bisa memberikan banyak komentar terkait penangkapan tersebut.

“Sedang diungkap ya,” kata Azis, Minggu (19/04). (rd/rub/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pradi afifah ke golkar

Pilkada Depok : Pradi-Afifah Minta Restu DPP Golkar

KOMPAK : Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna – Afifah Alia, menyambangi

Read More...
ledakan di lebanon gas tertawa

Ada Gas Tertawa yang Menyebar Setelah Ledakan di Beirut, Berikut Bahayanya

Ledakan di Beirut, Lebanon.   RADARDEPOK.COM - Penyebab ledakan Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) diketahui berasal dari

Read More...
tersangka pembuhan apartemen depok

Tidak Lebih dari 24 Jam, Tersangka Pembunuh AO di Apartemen Depok Tertangkap

TERTANGKAP : Reskrim Polres Metro Depok mengamankan FM tersangka pembunuhan AO di Apartemen Margonda Residence

Read More...

Mobile Sliding Menu