Beranda Metropolis WFH Diperpanjang Sampai 21 April

WFH Diperpanjang Sampai 21 April

0
WFH Diperpanjang Sampai 21 April
Walikota Depok, Mohammad Idris.
idris pakaian resmi
Walikota Depok, Mohammad Idris.

 

RADARDEOPK.COM, DEPOK – Work Form Home (WFH) diperpanjang Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sebelumnya, kerja di rumah ini akan berakhir 11 April ternyata sampai 21 April. Keputusan ini dibuat merujuk surat edaran Walikota No560/184-Huk/Disnaker, tentang Perpanjangan masa pelaksanaan WFH untuk kegiatan perkantoran, perusahaan dan pemilik usaha dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan surat edaran Walikota No560/184-Huk/Disnaker.

“Semakin meningkatkan jumlah Covid-19 Pemkot Depok telah mengeluarkan perpanjangan WFH,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Minggu (12/04).

Mohammad Idris menjelaskan, perpanjangan kebijakan WFH yang sebelumnya di mulai 30 Maret hingga 11 April, kini di perpanjang menjadi 21 April. Walikota mengajak, kepada pemimpin perusahaan, perkantoran, dan pelaku usaha mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Depok, guna merapkan WFH kepada pegawainya.

Dia menuturkan, ada sejumlah perusahaan yang tidak dapat menerapkan kebijakan WFH, seperti perusahaan yang menyediakan kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, dan penyediaan alat kesehatan. Namun, Idris meminta pelaku usaha tetap menerapkan Social Distancing terhadap pegawainya. Selain perkantoran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Depok juga diperpanjang, kecuali dinas yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

“Sudah diarahkan untuk mengatur fasilitas operasional atau produksi, jumlah pegawai dan waktu kegiatan operasional. ASN Depok juga diperpanjang WFH-nya kecuali yang pelayanan masuk seperti biasa,” terangnya.

Sejauh ini, sambung walikota, terkait Kampung Siaga Covid-19 di tingkat RW, delapan kecamatan di Kota Depok sudah 100 persen terbentuk. Kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Sawangan, Bojongsari, Tapos, Cimanggis, Cipayung, Beji, Limo, dan Cinere.

Mohammad Idris mengatakan, Kecamatan yang belum 100 persen membentuk Kampung Siaga Covid-19, yakni Kecamatan Pancoranmas, Cilodong, dan Sukmajaya. Namun dia menyakini, dalam waktu dekat ketiga Kecamatan tersebut telah rampung membentuk Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW. “Dari 924 RW sudah terbentuk 902 RW atau 97,6 persen,” tutup Mohammad Idris. (rd/dic) 

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya