15 Mal di Depok Tatap New Normal

In Metropolis
tentang mal di depok
TUTUP : Salah satu mal yang berada di Jalan Raya Margonda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, masih menutup pelayanan untuk masyarakat, Jumat (29/05). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wacana pembukaan pusat perbelanjaan : mal menatap New Normal dikaji Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok. Jumat (29/05), Disdagin telah menjalin komunikasi dengan pihak pengelola mal terkait kesiapan pembukaan kembali dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Kepala Disperindag Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, apabila Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok telah usai. Dan wacana New Normal diberlakukan, Disperindag telah melakukan beberapa langkah antisipasi dan kesiapan pengelola mal.

“Kami sudah menjalin diskusi dengan pengelola mal di Kota Depok,” ujar Zamrowi kepada Radar Depok, Jumat (29/05).

Zamrowi menjelaskan, Kota Depok memiliki sekitar 15 mal yang tersebar diseluruh wilayah Kota Depok. Dalam diskusi tersebut, Zamrowi membahas kesiapan mal melaksanakan protokol kesehatan apabila nantinya mal telah dizinkan kembali, melukan operasional pelayanan masyarakat.

Beberapa hal yang dibahas terkait kesiapan mal, seperti kesiapan pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19, kebersihan mal, dan sejumlah kesiapan lainnya. Selain itu, mal harus menyiapkan thermo gun, tempat cuci tangan yang cukup, membentuk tim gugus kendali internal, Standar Operasional Prosedur, dan sejumlah kesiapan lainnya.

“Kami menegaskan pengelola mal belum boleh menjalankan operasional sebelum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kota Depok,” terang Zamrowi.

Zamrowi menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan terkait pelaksanaan pembukaan mal di Kota Depok. Hal itu dikarenakan, masih menunggu kajian dari tim kesehatan dan arahan Pemerintah Kota Depok. Zamrowi berharap, pengelola mal di Kota Depok tetap mematuhi aturan dan himbauan Pemerintah Kota Depok.

“Tunggu sampai ada keputusan dan tidak boleh membuka mal sebelum ada keputusan dari pemerintah,” tegas Zamrowi.

Menimpali hal ini, Marcomm Manager Margocity, Reza Ardiananda mengatakan, hal ini tentunya adalah upaya untuk memberikan keamanan bagi para pengunjung Margocity. Serta upaya mendukung pemerintah untuk menekan angka penyebaran covid-19.

“Tentunya kami mendukung, dan mengikuti prosedur kemananan dari pemerintah. Semua penerapannya sesuai dengan SOP yang berlaku,” kata Reza, Jumat (29/05).

Secara prinsip Margocity akan menerapkan dua hal, pertama menjalankan peraturan untuk menjaga kesehatan, yang wajib dilakukan oleh pengunjung, karyawan mall dan tenant di era new normal. Kedua, semaksimal mungkin melaksanakan service tanpa kontak fisik.

“Namun tetap memberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.

Protokol kesehatan pun akan lebih signifikan diterapkan, diantaranya memeriksa suhu tubuh, dan menyediakan sarana kebersihan tangan dengan hand sanitizer, penggunaan masker bagi pengunjung yang hendak masuk mal. Serta semua pengunjung juga di ingatkan untuk melakukan physical distancing.

“Bahkan sebelum New Normal diberlakukan, kami sudah menerapkan beberapa ketentuan untuk menjaga kesehatan dan memberikan rasa aman bagi pengunjung,” terangnya. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Omnibus Law Mengancam Mahasiswa dan Pendidikan

Oleh: Fatimah Azzahrah Hanifah Mahasiswi Universitas Indonesia   SEJAK dikeluarkannya wacana pembentukan omnibus law 2019 silam, gelombang protes terjadi di berbagai kalangan

Read More...
polwan tebar bibit ikan

Polwan Tebar 11.000 Bibit Ikan di Situ Jatijajar

TEBAR : Anggota Polisi Wanita (Polwan) tengah menebar 11.000 bibit ikan di Situ Jatijajar,  Kelurahan

Read More...
polwan depok tebar sembako

Polwan Tebar 1.500 Paket Sembako di Depok

KOMPAK : Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah (depan dua dari kiri), saat menerima kunjungan Polisi

Read More...

Mobile Sliding Menu