pelanggar PSBB di hukum
TEGAS: Satpol PP beri sanksi sosial kepada pelanggar PSBB di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
pelanggar PSBB di hukum
TEGAS: Satpol PP beri sanksi sosial kepada pelanggar PSBB di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jika melihat dinggiran jalan di Kota Depok menggunakan rompi bertuliskan Pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Artinya, warga Depok sedang diberi sanksi sosial atas perbuatannya. Tercatat hingga Senin (18/05), ada 300 pelanggar menyapu jalan. Pelanggar ini di sanksi lantaran tidak menggunakan masker.

Kasatpol PP Kota Depok, N Lienda Ratnanurdianny mengatakan, sampai saat ini jumlah pelanggar sudah sebanyak 300 orang. Pelanggaran yang dilakukan mayoritas adalah tidak memakai masker.

“Kita sudah menerapkan sanksi administratif sebagaimana ketentuan PSBB Jawa Barat dan Kota Depok diberikan sanksi administrasi. Hari ini (kemarin) kebanyakan menindak pelanggar yang tidak menggunakan masker,” katanya kepada Radar Depok, Senin (18/05).

Mantan Camat Pancoranmas ini menyebut, menjatuhi hukuman sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yaitu pertama dilakukan peneguran kemudian diberi sanksi sosial.

“Nah sanksi sosialnya membersihkan fasilitas umum,” bebernya.

Dia mengaku, tetap akan lebih dulu memberi peringatan pada pelanggar. Bagi yang masih melanggar diperingatkan. Kalau tidak diindahkan mereka harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi kesalahannya.

“Kalau masih nekat, akan didenda administratif sesuai Pergub seperti tidak pakai masker denda Rp100 ribu- Rp250 ribu, buka toko denda Rp5 juta-Rp10 juta,” paparnya.

Selama dua pekan PSBB tahap II, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mencatat ada 2.816 pelanggaran yang terjadi di tempat usaha.

“Ada 2.816, itu PSBB II dan bisa lebih karena ada tanggal yang belum dimasukan,” jelasnya.

Lienda menegaskan, peraturan tempat usaha dilarang beroperasi selama masa PSBB telah ditetapkan sejak jauh hari, terkecuali tempat usaha yang menjual makanan, layanan kesehatan, dan beberapa lainnya.

Pihaknya berharap agar warga bisa mematuhi aturan yang sudah diputuskan pemerintah. Karena aturan itu bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus.

“Ini efek jera ke yang lain, bahwa kalau tidak menggunakan masker melanggar ketentuan,” tegasnya.

Salah satu pelanggar, Iwan K mengaku, lupa membawa masker karena tadi buru-buru saat ingin pergi bekerja. Menurut Iwan, sanksi yang diberikan ini sudah sesuai dengan pelanggarannya. Malah kalau bisa ditambah karena memang masih banyak yang melanggar PSBB.

“Iya saya mengakui salah tidak menggunakan masker. Besok-besok pasti saya pakai,” singkat warga Kelurahan Pancoranmas ini. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya