42.529 Pengendara Melanggar PSBB, Ini Dua Aturan yang Dominan Dilanggar

In Utama
pelaksanaan PSBB kedua
TERUS DIINGATKAN : Petugas gabungan terus intens memberikan peringatan kepada sejumlah pengendara yang melintas saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Tercatat, ada 42.529 pengendara di kawasan Jabodetabek yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB.

Jumlah tersebut didapatkan polisi sejak hari pertama penerapanPSBB yaitu 10 April sampai 5 Mei 2020.

Ada dua aturan di PSBB yang paling banyak dilanggar dalam paparan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam Diskusi Online Tentang Antisipasi Menghadapi Mudik Lokal Lebaran.

Pelanggaran yang paling banyak adalah tidak menggunakan masker saat berkendara, dan jumlah penumpang kendaraan roda empat melebihi separuh kapasitas mobil.

Tercatat sebanyak 22.100 pengendara tidak menggunakan masker. Lalu, 7.418 kendaraan roda empat mengangkut penumpang melebihi separuh kapasitas mobil.

Kemudian, sebanyak 597 ojek online dilaporkan masih mengangkut penumpang, 4.313 pengendara motor berboncengan dengan penumpang yang tidak memiliki satu alamat KTP sama, dan 5.686 pengendara motor tak mengenakan sarung tangan.

“Ada juga 384 pengemudi memiliki suhu tubuh di atas normal saat berkendara, 354 pengendara melanggar batas jam operasional PSBB, serta 1.677 pengendara kendaraan roda empat tidak menerapkan physical distancing,” ujar Sambodo.

Seperti diketahui, tercatat 132 titik check point yang tersebar di wilayah Jakarta, KP3 Tanjung Priok, Bekasi, Depok, Tangerang Kota, Bandara Soekarno-Hatta, dan Tangerang Selatan.

Adapun, aturan PSBB bagi para pengendara kendaraan bermotor diatur dalam Pasal 18 Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penindakan bagi para pelanggar dibagi dua tahap.

Penindakan awal adalah pengisian blanko teguran yang berisi pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Penindakan tahap kedua adalah pemberian sanksi kepada para pengendara yang diketahui melanggar aturan PSBB untuk kedua kali.

Para pelanggar aturan PSBB dapat dijerat Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu