ridwan kamil alat RDT

ridwan kamil alat RDT

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Berdasar evaluasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jabar, masih ada sekitar 50 persen daerah yang berada di zona merah. Sisanya ada daerah yang termasuk dalam zona kuning dan zona biru. PSBB Jabar akan berakhir pada Selasa (19/05).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, PSBB Jabar sudah akan 14 hari selesai. Evaluasinya menghasilkan ada sekitar 50 persen daerah masih zona merah, 30 persen sudah membaik menjadi zona kuning, dan ada sekitar empat daerah menjadi zona biru.

”Ini akan diputuskan Selasa (19/5), PSBB skala provinsi akan dilanjutkan dengan skala proporsional,” kata Ridwan, di Bandung pada Minggu (17/05).

Ridwan mengatakan, evaluasi PSBB Jabar telah dipaparkan kepada 27 bupati/wali kota se-Jabar melalui video conference. Dalam rapat secara daring atau online yang turut dihadiri Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum itu, gubernur mengatakan bahwa evaluasi dilakukan berdasar kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar. Hasil evaluasi bisa menjadi rujukan bagi kabupaten/kota di Jabar untuk menentukan kelanjutan PSBB di wilayahnya.

”Hasil evaluasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan Bapak/Ibu (bupati/wali kota) semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” papar Ridwan.

Dia menjelaskan, daerah zona merah, artinya ditemukan kasus Covid-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang signifikan dan bisa dilakukan PSBB penuh pada daerah tersebut. Daerah zona kuning, artinya ditemukan kasus Covid-19 pada klaster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial. Sementara zona biru berarti ditemukan kasus Covid-19 secara sporadis, baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal, di mana daerah dengan zona ini perlu dilakukan physical distancing.

”Nanti tidak semua, 27 kabupaten/kota melaksanakan PSBB. Tapi akan diserahkan kepada kepala daerah. Apakah zona merah yang 50 persen ini akan melanjutkan (PSBB), apakah zona kuning dan zona biru kemungkinan tidak akan melanjutkan PSBB dalam skala penuh. Jadi, Jabar akan melanjutkan PSBB skala parsial, proporsional sesuai dengan situasi di daerah masing-masing,” terang Ridwan.

Selain itu, Ridwan juga menjelaskan, dari evaluasi PSBB Jabar hingga kini, tidak ditemukan adanya pergerakan atau penyebaran kasus Covid-19 di 63 persen wilayah Jabar.

”Ada sekitar 20 persenan wilayah yang tidak ada pemudik dan wilayah itu tidak ada pergerakan ODP, PDP, dan lain-lain, sehingga 20 persen ini perlakuannya tidak bisa disamakan dengan mereka yang perlu diwaspadai,” ujar Ridwan.

Gubernur menegaskan, meskipun PSBB disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, Pemerintah Provinsi Jabar tidak akan menurunkan level pengawasan, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan dilakukan sesuai dengan zona atau level kewaspadaan di daerah masing-masing.

Pemprov Jabar akan memiliki lima level kewaspadaan, yaitu level lima atau zona hitam (kritis), level empat atau zona merah (berat), yakni kondisi PSBB saat ini, level tiga atau zona kuning (cukup berat), level dua atau zona biru (moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan level satu atau zona hijau (rendah), yakni kondisi normal.

”Nah, kepada yang mereka yang termasuk ke dalam level biru, kebijakan bisa lebih longgar, dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan, tapi kegiatan sudah bisa 100 persen. Kalau dia masih level merah seperti sekarang, itu kegiatan ekonomi atau apapun (dibatasi) hanya 30 persen,” ujar Ridwan.

Gubernur merekomendasikan kepada kabupaten/kota di level empat atau zona merah untuk tetap melakukan PSBB secara penuh. Namun, kepada kabupaten/kota yang sudah termasuk zona kuning dan biru bisa melakukan PSBB parsial.

”Hampir semua yang namanya kota di Jabar itu masuk yang level merah, kecuali Kota Bandung, sudah masuk kategori level kuning atau level tiga dari lima level itu,” ujar Ridwan.

Ridwan menambahkan, ukuran keberhasilan PSBB juga bisa diukur dengan turunnya pasien terkonfirmasi positif sambil terus melakukan peningkatan jumlah tes masif.

”Kami sedang mengejar 300 ribu pengetesan dalam waktu secepatnya,” ujar Ridwan.

Dia mengatakan, secara umum tren Jabar dalam menangani pandemi cukup positif, di antaranya merujuk jumlah pasien di rumah sakit yang menurun sejak akhir April. Angka kematian juga menurun serta tingkat kesembuhan naik dua kali lipat. Meski begitu, dia juga meminta kepala daerah untuk tetap mewaspadai potensi adanya orang tanpa gejala (OTG) dari para pemudik.

”Ada kemungkinan kedatangan 300 ribu pemudik ke Jabar. Hal ini  bisa merusak tren positif penanganan Covid-19,” ujar Ridwan. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya