Beranda Satelit Depok Abaikan PSBB di  Pasar Musi

Abaikan PSBB di  Pasar Musi

0
Abaikan PSBB di  Pasar Musi
JUAL BELI : Suasana Jalan Pasar Musi yang masih ramai menggelar dagangan untuk buka puasa. Kegiatan warga dan pedagang masih terlihat ramai di lingkungan tersebut, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
PSBB di pasar musi
JUAL BELI : Suasana Jalan Pasar Musi yang masih ramai menggelar dagangan untuk buka puasa. Kegiatan warga dan pedagang masih terlihat ramai di lingkungan tersebut, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Diperpanjangnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tahap ketiga tidak membuat warga dan pedagang di Jalan Musi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, menerapkan aturan tersebut. Aktifitas masyarakat masih terlihat padat dan banyak yang tidak menggenakan masker, Selasa (12/5) sore.

Salah satu warga Jalan Mahakam, Dessy Hasibuan (32) mengatakan sejak dari hari pertama puasa ia bersama suaminya selalu ke lokasi tersebut untuk membeli makanan buka puasa. Tidak ada yang khawatir, bahkan tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker.

“Selalu ramai. tidak ada jaga jarak satu sama lainnya. Kita beli seperti biasa saja, tidak ada yang harus di khawatirkan,” ungkapnya saat ditanya Radar Depok.

Meski aturan PSBB dengan jelas tertuang, seperti berdiam diri di rumah, menjaga jarak, menggunakan masker. Namun, itu tidak diterapkan di area tersebut.

“InsyaAllah sehat. tidak ada apa-apa. Kalau dirumah bagaiamana cara beli buat buka, disini kan murah harganya, banyak pilihannya,” katanya.

Seorang pedagang nasi pecel di sekitar lokasi, Nurastri menuturkan, dirinya terpaksa menggelar dagangannya untuk memenuhi kebutuhan hari-hari, terlebih waktu lebaran tinggal beberapa hari ke depan.

“Memang saya tau di larang ini itu, mau bagaimana kebutuhan harus di penuhi. Apalagi sebentar kan lebaran mas,” tutur Nur saat ditanya

Menurutnya saat ini warga sudah tidak mempengaruhi bahaya dari virus Covid-19 karena berbenturan dengan urusan perut. Sebab dikatakannya hingga saat ini belum ada bantuan yang menjamin hidup keluarganya sehingga harus terpaksa berdagang.

“Kalau berharap kita susah, lebih baik usaha sendiri biar sedikit yang penting ada buat harian dan nabung untuk lebaran nanti,” tandas Nur. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu  (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya