rapid test 1 walikota
DITES : Warga Depok tengah di Rapid Test Covid-19 di Stasiun Citayam, Senin (18/5). Rapid Test tersebut dilakukan kepada 200 calon penumpang dengan mengumpulkan sampel darah untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Korona di transportasi umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
rapid test 1 walikota
DITES : Warga Depok tengah di Rapid Test Covid-19 di Stasiun Citayam, Senin (18/5). Rapid Test tersebut dilakukan kepada 200 calon penumpang dengan mengumpulkan sampel darah untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Korona di transportasi umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perjuangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, secara bertahap membuahkan hasil. Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya pasien Covid-19 Kota Depok yang sembuh. Selasa (19/5), tercatat ada tujuh penambahan warga Depok yang bebas dari virus korona. Keberhasilan tersebut tak terlepas upaya Pemerintah Kota Depok yang menyediakan isolasi di rumah sakit.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, telah terjadi penambahan pasien sembuh dari Covid-19 di Kota Depok. Upaya tersebut tidak terlepas dari tenaga medis yang terus berusaha secara maksimal, guna kesembuhan masyarakat Kota Depok yang terkena Covid-19.  Kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh sebelumnya telah menjalani swab follow up dengan hasil negatif sebanyak dua kali secara beruntun.

“Untuk pasien yang sembuh sebanyak tujuh orang,” ujar Mohammad Idris kepada Harian Radar Depok, Selasa (19/05).

Idris menjelaskan, dengan bertambahnya pasien sembuh sebanyak tujuh orang, menjadikan total kesembuhan Covid-19 di Kota Depok mencapai 102 orang yang sebelumnya 95 orang. Namun, terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI, sebanyak 3 kasus dan 1 kasus berasal dari laporan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal saat ini berjumlah 68 orang, tidak ada penambahan dibandingkan hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

“PHEOC hanya Kemenkes RI yang mengeluarkan untuk mengetahui positif atau negatif,” terang orang nomor satu ini.

Berkenaan dengan distribusi kasus, lanjut Walikota Depok, kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya lebih banyak dibanding kasus PDP dan Orang Tanpa Gejala (OTG), dengan jumlah kasus pada perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Guna memutus mata rantai penyebaran, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, melakukan beragam upaya, diantaranya penyediaan fasilitas isolasi di rumah sakit, bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang kondisi sarana prasarananya tidak memungkinkan, terutama bagi kasus konfirmasi positif. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, terus melakukan penyisiran di wilayah dengan menurunkan Tim Pemantau Kecamatan/Kelurahan dan Puskesmas dari unsur Tenaga Kesehatan, serta Tim Pengawas Kecamatan/Kelurahan dari unsur Kepala OPD/Struktural, demikian juga Camat dan Lurah.

Mohammad Idris menuturkan, pelaksanaan ibadah Idul Fitri 1441 H/2020 M dalam masa pandemi Covid-19 di Kota Depok, telah disampaikan MAKLUMAT BERSAMA Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Depok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dan Kantor Kementerian Agama Kota Depok. Selanjutnya untuk kegiatan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum yang lazim dilaksanakan dalam menghadapi Idul Fitri dan saat Idul Fitri, untuk sementara ditiadakan.

“Hal itu untuk menghindari adanya kerumunan, yang berpotensi terjadinya penularan,” ucap Idris.

Adapun data Covid-19 Kota Depok pada Selasa (19/5), terdapat 431 orang positif, sembuh 102 orang, meninggal 21 orang. OTG sebanyak 1.505 orang, selesai pemantauan 677 orang, masih dalam pemantauan 828 orang. ODP sebanyak 3.554 orang, selesai pemantauan 2.099 orang, dan masih dalam pemantauan 1.455 orang. PDP sebanyak 1.372 orang, selesai pengawasan 715 orang, dan masih dalam pemantauan 657 orang. Untuk PDP yang meninggal sebanyak 68 orang. (rd/dic)

 

Fakta dan Data Korona di Depok :

 

Tanggal :

  • Selasa, 19 Mei

 

Positif :

  • 431 orang

 

Sembuh :

  • 102 orang

 

Meninggal :

  • 21 orang

 

OTG :

  • Sebanyak 1.505 orang
  • Selesai pemantauan 677 orang
  • Dalam pemantauan 828 orang

 

ODP :

  • Sebanyak 3.554 orang
  • Selesai pemantauan 2.099 orang
  • Masih dalam pemantauan 1.455 orang

 

PDP :

  • Sebanyak 1.372 orang
  • Selesai pengawasan 715 orang
  • Masih dalam pemantauan 657 orang

 

PDP Meninggal :

  • 68 orang

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya