diana dewi tidak turun langsung
BANTUAN : CEO PT Suri Nusantara Jaya, Diana Dewi saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk penanggulangan Covid-19 ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. FOTO : ISTIMEWA
diana dewi tidak turun langsung
BANTUAN : CEO PT Suri Nusantara Jaya, Diana Dewi saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk penanggulangan Covid-19 ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kendati telah menggelontorkan bantuan hingga Rp6 miliar untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Depok, Kota Bekasi dan DKI Jakarta, uniknya pengusaha asal Kota Sejuta Maulid, Diana Dewi tidak turun langsung ke lapangan menyapa masyarakat, tetapi lebih mempercayakan ke pemerintahan setempat dan organisasi profesi untuk mendistribusikan.

Hal ini, tentu menjadi anolami bagi kondisi sekarang, dimana sejumlah tokoh berlomba-lomba memberikan bantuan dan ingin tampil di masyarakat secara langsung.

Diketahui, selama Covid-19 menyerang Indonesia, CEO PT Suri Nusantara Jaya yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta ini, telah membantu melalui uang pribadinya  berupa belasan ribu paket sembako, puluhan ribu nasi kotak,  ribuan Alat Pelindung Diri (APD) hingga ribuan alat Rapid Test.

“Selama kondisi pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, Saya turun membantu yang terdampak ,tapi bantuan itu tidak pernah saya datangi langsung, karena saya selalu berikan simbolik kepada para pimpinan pemerintahan,” tutur Diana Dewi kepada Radar Depok, Senin (18/05).

Untuk bantuan ke DKI Jakarta sendiri, Diana Dewi menyerahkan secara simbolis ke Gubernur Anies Baswedan, Kota Depok ke Walikota Mohammad Idris dan DPRD setempat.

Perempuan kelahiran 27 Juli 1965 silam mengungkapkan, ia tidak turun langsung ke masyarakat, lantaran mempercayakan kepada pihak pihak yang lebih tahu pendistribusian bantuan yang diberikan, khususnya mereka yang terdampak Covid-19.

“Pemerintah dan organisasi profesi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia) lebih tahu kemana bantuan dari saya harus didistribusikan, demikian juga untuk rumah sakit dan sejumlah klinik, mereka khususya tenaga medis sangat membutuhkan APD untuk merawat pasien, terlebih menanggani yang positif Covid-19 ,” tegas Diana Dewi.

Diana Dewi mengungkapkan, berbagi saat kondisi dibutuhkan mempunyai kepuasan tersendiri, apalagi waktu tersebut kita sendiri kondisinya sedang juga prihatin.Sehingga terasa lebih mensyukuri  nikmat yang selama ini sudah diterima lebih bisa dirasakan.

“Masa sulit bisa berbagi Alhamdulillah. Sehingga, kita harus bersatu, wabah Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama, dengan bahu membahu dan terus berusaha, saya yakin warga Depok bisa melewati ujian ini,” pungkas Diana Dewi yang juga Ketua Komunitas Depok Peduli.

Untuk Kota Depok senilai Rp 1 miliar dalam bentuk uang tunai senilai Rp250 juta, sembilan bahan pokok (sembako), Alat Perlindungan Diri (APD) serta sebanyak 5.000 alat rapid test yang akan dipergunakan secara massal di pada pertengahan April 2020. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya