rizki bantu pasar sukatani
BANTUAN : Anggota DPRD Jabar, Rizki Apriwijaya (Kiri) saat mengunjungi dan memberikan bantuan ke Pasar Sukatani di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. FOTO : ISTIMEWA
rizki bantu pasar sukatani
BANTUAN : Anggota Komisi II DPRD Jabar, Rizki Apriwijaya (Kiri) saat mengunjungi dan memberikan bantuan ke Pasar Sukatani di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya mengusulkan agar di masa pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk membantu pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terbebas dari wabah Korona.

Rizki menuturkan, UMKM saat ini menjadi sektor yang terpukul pandemi Covid-19. Hal ini karena akibat kuatnya tekanan pada ekonomi Indonesia dan mengancam turun atau hilangnya pendapatan rumah tangga akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan PSBB.

“Harus dibantu dan ada relaksasi bagi pelaku UMKM, karena mereka sangat terdampak selama pandemi Covid-19 ini,” tutur Rizki kepada Radar Depok.

Anggota DPRD Jabar, Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mengungkapkan, relaksasi di sini bukan berarti pelaku UMKM bebas tidak mengenakan masker atau ada sedkit kelonggaran mengenai protokol kesehatan selama penerapan kebijakan psbb.

Namun, sambung Rizki, lebih kepada kelonggaran bagi pelaku UMKM, khususnya mereka yang mengajukan pinjaman ke bank untuk usahanya. Sehingga, Bantuan likuiditas, keringanan pajak, penundaan pembayaran kewajiban kepada bank sesuai dengan POJK 11/2020 pasti bisa meringankan beban keuangan mereka.

“Peluang UMKM di tahun ini masih ada untuk bertahan, hal itu sejalan dengan keluarnya kebijakan pemerintah dan OJK yang memberikan banyak keringanan dan kelonggaran kepada pelaku UMKM, terutama yang terdampak Covid-19,” katanya.

Rizki melanjutkan, Jika pada krisis sebelumnya tahun 1998 dan 2008, UMKM masih punya daya tahan yang kuat, karena pada waktu yang terkena adalah sektor korporasi besar. Tapi, sekarang sektor UMKM yang paling terkena. Sehingga, ke depan yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah membantu UMKM dengan kondisi normal baru, supaya mereka nantinya tidak gagap atau shock ketika terjadi banyak perubahan pasca Covid-19, seperti bantuan permodalan, pelatikan teknik produksi, marketing dan akuntasi dengan menggunakan perangkat digital.

“Dengan adanya sentuhan atau bantuan dari pemerintah, mereka insya Allah dapat bertahan di tengah wabah Covid-19 atau pasca pandemi ini,” pungkas Rizki. (adv)

 

Editor : Pebri Mulya