Begini Batasan Operasional Kendaraan di PSBB Jawa Barat

In Utama
ilustrasi pemeriksaan suhu badan pengendara
ILUSTRASI : Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna percepatan penanganan Covid-19. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat surat edaran untuk bupati dan wali kota tentang petunjuk pelaksanaan operasional terhadap moda transportasi di Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi Jawa Barat pada 6 Mei 2020.

Dalam surat bernomor 460171lHukham tersebut, ada beberapa batasan, seperti jumlah penumpang yang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan, dan jam operasional angkutan yang dibatasi.

Kendaraan bermotor umum dalam trayek dan angkutan perairan beroperasi mulai pukul 05.00-18.00 WlB, kecuali kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Sedangkan, jam operasional kendaraan tidak bermotor, yakni mulai pukul 06.00-17.00 WIB. Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) untuk layanan tenaga kesehatan, mulai pukul 05.30 – 23.30 WlB.

Sementara jam operasional terminal angkutan penumpang umum, pelabuhan/dermaga, dan bandara udara mulai beroperasinya dari pukul 05.00 – 19.00 WIB. Hal itu juga berlaku untuk fasilitas penunjangnya.

Begitu pula dengan jam operasional halte bus dan fasilitas penunjangnya, mulai pukul 05.00 -19.00 WIB. Namun, untuk jam operasional halte bus yang memberikan layanan tenaga kesehatan, ada tambahan yakni pukul 05.30 – 23.30 WlB.

Selain angkutan penumpang, pembatasan operasional juga berlaku untuk angkutan barang, kecuali angkutan barang penting dan esensial.

Beberapa angkutan barang yang masih diperbolehkan selama PSBB meliputi, angkutan barang untuk aktivitas kantor/instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Angkutan barang untuk aktivitas menjalankan fungsi diplomatik dan konsuler serta fungsi lainnya sesuai ketentuan hukum internasional.

Angkutan barang untuk aktivitas Badan Usaha Milik Negara/Daerah yang turut serta dalam penanganan Covid-19.

Juga angkutan barang keperluan pokok masyarakat, angkutan untuk pertanian, perikanan, dan peternakan, angkutan barang kebutuhan medis, kesehatan, sanitasi, barang pangan.

Makanan, minuman, bahan bakar, angkutan barang keperluan distribusi bahan baku industri manufaktur dan perakitan (assembling), angkutan barang keperluan ekspor dan impor, angkutan barang kiriman, angkutan barang pengantaran/pengedaran uang dan lainnya.

Selama PSBB, bupati dan wali kota harus melakukan pengawasan aktivitas angkutan lebaran (mudik) di akses jalur ke luar masuk wilayah aglomerasi PSBB Jabar. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

perampokan di mobil bojongsari

Siang-siang, Perampok Bersenpi Nekat Beraksi di Jalanan Bojongsari

RUSAK : Mobil milik korban Ida Rosida menjadi perampokan jalanan di Jalan Raya Muchtar, Kecamatan

Read More...
ilustrasi

Warga Jatim di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan, Berikut Caranya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Warga Jawa Timur yang kini berada di Jabodetabek bisa mendapatkan bantuan dari Program

Read More...
gagal mudik ke jogja

Rahmat yang Gagal Pulang Kampung ke Jogjakarta : Tiga Hari Tinggal di Halaman Rumah Warga

NELANGSA : Lokasi rumah sementara Rahmat yang dilakukan warga RW8 di Jalan Irigasi Kampung Sasak,

Read More...

Mobile Sliding Menu