belanja daring pasar pucung
PASAR ONLINE : Suasana Pasar Pucung saat di terapkan Pasar Online dalam beberapa waktu terakhi. Diterapkan pasar online mempengaruhi penjualan bagi para pedagang. Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Selasa (19/05). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
belanja daring pasar pucung
PASAR ONLINE : Suasana Pasar Pucung saat di terapkan Pasar Online dalam beberapa waktu terakhi. Diterapkan pasar online mempengaruhi penjualan bagi para pedagang. Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Selasa (19/05). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Diterapkan Pasar Online di Pasar Pucung Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, tentu memiliki dampak yang berbeda bagi setiap para penjajak dagangan, baik sayuran maupun ayam potong. Sebab, beberapa pelanggan menurunkan kuota pembeliannya.

Salah satunya yang dirasakan pedagang Ayam Potong Masto (48). Ia mengatakan selama pasar online dilakukan beberapa warga yang membeli dalam partai kecil atau untuk kebutuhan harian mengalami penurunan.

Namun Masto menuturkan untuk pelanggan mengambil dalam partai besar tidak sama sekali mengalami penurunan namun ada perbedaan pemesanan. Hal itu terjadi bukan karena pasar online tapi selama wabah Covid-19.

“Kalau yang beli untuk harian terjadi penurunan biasanya keluar 3 sampai 4 ekor sekarang cuma keluar 2 ekor paling banyak, itu juga diantar,” ungkap Masto saat dihubungi Radar Depok.

Pelanggan yang partai besar untuk pelaku usaha hanya pengurangan pemesanan. Setiap hari pemesanan hingga 15 sampai 20 ekor, kini berkurang hingga 50 persen pemesanan, Menjadi paling banyak 10 ekor.

“Langganan saya pedagang pecel ayam, penjual nasi padang, dan ayam fried chicken pinggiran,” tambahnya.

Seirama dengan itu, pedagang sayuran Pasar Pucung Herman menuturkan dagangannya mengalami anjlok selama diterapkan Pasar Online, meski banyak yang menghubungi namun hanya sejauh itu.

“Banyak yang telpon dan ngirim pesan untuk tanya harga aja, abis itu tidak jadi pesan,” tuturnya.

Menurutnya pasar online juga tambah membuat pedagang kebingungan karena harus terus mengisi pulsa untuk menjawab pesan dari pemesan. Terlebih turunnya pelanggan juga dipengaruhi karena setiap pembeli tidak bisa memilih sayur secara sendiri sehingga kepercayaan kualitas sayur menurun. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu  (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya