Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Sutarno
Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Sutarno.
Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Sutarno
Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Sutarno.

 

Dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Senin (4/5), dinilai memberikan kepastian dan ketidakpastian penyelenggaraan pesta demokrasi serentak 2020.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Sutarno saat dihubungi Radar Depok, mengatakan jika pelaksanaan tahapan Pilkada yang tertunda, teknisnya menunggu Peraturan KPU .

“Tapi, hitung-hitungannya, jika pemilihan itu yang tadinya September
ke Desember, mundurnya 3 bulan. KPU juga menghitung, tahapan yang ditunda itu menghabiskan berapa hari,” tutur Sutarno.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Barat ini melanjutkan, dalam tahapan itu ada tahapan yang bisa dipadatkan, dimana banyak variable yang pasti dipertimbangkan KPU dalam memutuskan itu, pihaknya hanya bisa menerka-nerka, tetapi belum bisa memastikan kapan akan dimulai kembali.

“Bisa jadi, dipadatkan atau tahapannya dilakukan secara beririsian, misalnya tahapan kampanye dikurangi, verifikasi factual calon perseorangan bisa dipadatkan,” terangnya.

Terkait dengan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 ini, sambung  Sutarno, banyak pihak yang mengatakan dengan keluarnya Perppu tersebut memberikan kepastian, tapi juga memberikan ketidakpastian. Seperti, salah satu pasalnya mengatakan pelaksanaan pemungutan suara di Desember 2020, namun di pasal lainnya mengatakan manakala Covid-19 belum tuntas, maka bisa ditunda kembali.

“Kuncinya memang saya kira, diakhir Mei atau Juni, pemerintah sebagai pihak yang mempunyai otoritas untuk menyimpulkan seperti apa kondisi kita terkait Covid-19,” katanya.

Namun, ia menegaskan, sebagai jajaran penyelenggara Pemilu di bukan level pengambil keputusan, mau dilaksanakan Pilkada kapan pun, pihakya siap menjalankan instruksi dari pusat.

“Inginnya tentu benar-benar telah reda Covid-19, atau malah sampai tuntas dan kondisi kehidupan berbangsa, bernegara, beragama dan bermasyarakat dapat kembali normal, walaupun tidak mudah, saya yakin betul,” ucap Sutarno. (*)

 

Editor : Pebri Mulya