Imam Budi Hartono
Imam Budi Hartono.
Imam Budi Hartono
Imam Budi Hartono.

 

Di tengah wabah Covid-19 dan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Imam Budi Hartono meluangkan waktu untuk berbincang dengan awak Radar Depok, apa saja yang dibahas?

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Alhamdulillah kita bersyukur karena Allah memperkenankan kita masuk dalam bulan suci tahun ini. Kesempatan berbuat baik, kesempatan beramal telah Allah SWT buka dengan masuknya bulan Ramadan 1441 Hijriah.

Ramadan kali ini berbarengan dengan menyebar wabah Covid-19. Pemerintah pusat sampai daerah dan semua kantor atau lembaga lembaga membuat kebijakan Work From Home(WFH) dalam rangka menghindari penyebaran Virus Korona.

Demikian pria yang akrab disapa IBH ini mengawali bahasan dengan awak Radar Depok melalui aplikasi whatsapp dari nomor gawai pribadinya. Menurut IBH,  Hal ini menjadi keuntungan besar bagi kumat Islam, dimana saat Ramadan lebih banyak waktu di rumah, artinya kesempatan untuk memanen pahala akan lebih banyak, terutama dalam membaca Alquran.

“Ya Alquran sebagai pedoman hidup kita yang mungkin selama ini kita jarang sekali membacanya atau bahkan tidak pernah. Ramadan ini waktunya untuk bisa belajar membaca Alquran, bagi yang sudah bisa waktunya untuk memancarkan bacaannya, atau lebih dari itu bisa menghatamkan Quran selama 1 bulan Ramadan,” tutur IBH.

Bakal Calon Walikota Depok ini pun mengatakan, Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat berbeda dan Allah spesialkan untuk umat Islam, sebab di bulan ini segala amalan menjadi berkali lipat pahalanya, termasuk banyak hikmah yang bisa diambil sekaligus menjalankan ibadah puasa. Terlebih,  Ramadan adalah bulan diturunkan nya Alquran.

“Banyak ustadz memberikan nasihat agar  hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Alquran di bulan ini,” kata IBH.

Hal ini, sebagaimana Firman Allah, yakni  “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam  dan terang terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah SWT menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30).

Kemudian, hadits riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda; “Siapa yang membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”.

Kata dia, bukan sekedar bicara pahala membaca Alquran dan di Bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya. Membaca Alquran bagi umat Islam seharusnya merupakan kebutuhan hidup karena Alquran adalah firman Allah SWT. Perkataan Allah SWT  dan sekaligus Alquran sebagai pedoman hidup.

Sebab,  jika berjalan dalam tempat yang gelap dan butuh penerangan berupa lampu atau lilin. Alquran lah sebagai penerang bagi jalan hidup yang gelap di dunia. Hakekat perjalanan di dunia adalah menuju alam yang kekal yaitu akhirat. Dan Alquran adalah pedoman menuju kebahagiaan akhirat.

“Selagi masih diberikan umur oleh Allah SWT, selagi dibulan penuh berkah ini, selagi kita diberi WFH oleh kantor ayo sempatkan untuk membaca Alquran, mempelajari nya dan juga mengamalkannya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kita semua untuk hal tersebut,” ucap IBH. (*)

 

Editor : Pebri Mulya