Beranda Metropolis BPTJ Sediakan Bus Gratis Jika…

BPTJ Sediakan Bus Gratis Jika…

0
BPTJ Sediakan Bus Gratis Jika…
HARUS TETAP DISIPLIN : KRL Commuter Line melintas di perlintasan kawasan Stasiun Universitas Indonesia, Jumat (15/5). BPTJ mengatakan para pengguna KRL Jabodetabek diminta untuk tetap disiplin mematuhi ketentuan jaga jarak. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KRL sediakan bus gratis
HARUS TETAP DISIPLIN : KRL Commuter Line melintas di perlintasan kawasan Stasiun Universitas Indonesia, Jumat (15/5). BPTJ mengatakan para pengguna KRL Jabodetabek diminta untuk tetap disiplin mematuhi ketentuan jaga jarak. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta KRL mania Jabodetak tetap disiplin mematuhi ketentuan jaga jarak (physical distancing). Tidak memaksakan diri naik KRL, jika memang kapasitas penumpang sudah sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terpenuhi.

Humas BPTJ, Budi Rahardjo mengatakan, dalam beberapa waktu belakangan ini beberapa kali terjadi masyarakat memaksakan diri naik KRL ,meski kapasitas sudah melebihi batas ketentuan sesuai PSBB. Kondisi tersebut cenderung terjadi pada Senin pagi dan Jumat sore. Jumlah penumpang terlihat menumpuk hanya pada jam-jam tertentu, khususnya menjelang buka puasa. Sebagaimana diketahui, pada masa PSBB  pelayanan KRL memang dibatasi baik menyangkut jadwal maupun jumlah penumpang, hanya melayani maksimal 35 % dari kapasitas.

Dia mengatakan, pembatasan dilakukan sesuai dengan ketentuan aturan PSBB. Pembatasan ini sejalan pula dengan aktifitas kerja masyarakat yang juga dibatasi dengan meminta masyarakat tetap tinggal dirumah atau bekerja dari rumah (stay at home, Work From Home).

“Namun demikian memang ada sebagian aktifitas yang dikecualikan dalam PSBB sehingga KRL tetap beroperasi. Tentunya dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan,”ungkap Budi kepada Radar Depok, Jumat (15/05).

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk dapat mengatur diri dengan menyesuaikan jadwal. Dan ketentuan yang berlaku terhadap pengoperasian KRL, jika tetap memanfaatkan KRL dengan pembatasan yang diberlakukan.

“Hal ini tidak terlepas dari semangat diimplementasikannya kebijakan PSBB, yakni membatasi mobilitas masyarakat di luar rumah yang dikhawatirkan berpotensi mempercepat penyebaran Corona Virus Disease-2019 (covid-19),” tegas Budi.

Menyikapi kondisi yang beberapa kali terjadi seperti tersebut di atas, Pemerintah akan menyediakan angkutan bus alternatif bagi penumpang KRL. Bus tersebut akan dioperasionalkan jika terjadi kondisi memaksa, dimana terjadi kepadatan jumlah penumpang KRL  pada waktu tertentu.

Para pengguna KRL dapat memanfaatkan alternatif angkutan dari dan ke Jakarta ini tanpa dipungut biaya. Dalam memberikan layanan, bus juga diatur mengikuti protokol Covid-19 antara lain kapasitas hanya 25 orang (50% dr kapasitas) setiap bus. Sehingga tempat duduk pengguna tetap berjarak satu sama lain, dan seluruhnya wajib menggunakan masker. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya