ilustrasi PSBB kota depok

ilustrasi PSBB kota depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, berencana melakukan perpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, telah melayangkan surat perpanjangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (11/5).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, telah melayangkan surat Walikota Depok kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Surat tersebut bernomor 443/233/Huk/GT pada 11 Mei 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di Kota Depok untuk satu kali masa inkubasi.

“Kami mengajukan kembali perpanjangan PSBB selama 14 hari mulai 13 Mei 2020 hingga 26 Mei 2020,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Mohammad Idris menjelaskan, perpanjangan masa PSBB merupakan hasil rapat evaluasi Pemkot Depok, Forkopimda, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Hal itu dilakukan mengingat masih terjadi penambahan kasus dalam setiap harinya yang disebabkan, import case dan transmisi lokal, serta masih tingginya pergerakan masyarakat.

Namun, lanjut Mohammad Idris berkenaan dengan trend perkembangan kasus konfirmasi OTG, ODP, dan PDP pada masa sebelum PSBB, PSBB I, dan PSBB II, saat ini cenderung mengalami penurunan penambahan rata-rata kasus perhari.

“Kami ingin dalam perpanjangan PSBB nanti masyarakat tetap konsisten dalam melaksanakan protokol pemerintah dan aturan PSBB,” terang Mohammad Idris.

Adapun data Covid-19 Kota Depok pada Senin (11/05), terdapat 360 orang positif, sembuh 65 orang, meninggal 21 orang. Untuk Orang Tanpa Gangguan sebanyak 1.401 orang, selesai pemantauan 489 orang, masih dalam pemantauan 912 orang.

Orang Dalam Pemantauan sebanyak 3.496 orang, selesai pemantauan 1.918 orang, dan masih dalam pemantauan 1.578 orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 1.351 orang, selesai pengawasan 626 orang, dan masih dalam pemantauan 725 orang. Sedangkan PDP yang meninggal sebanyak 60 orang.

Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR yang datanya hanya dikeluarkan PHEOC Kemenkes RI. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya