Beranda Utama Depok Sepakati Salat Id di Rumah

Depok Sepakati Salat Id di Rumah

0
Depok Sepakati Salat Id di Rumah
ILUSTRASI
ilustrasi salat idul fitri
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ada yang berbeda pada tahun ini bagi masyarakat Kota Depok menjalankan ibadah Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri. Musababnya, selain melaksanakan salat Tarawih di rumah, nampaknya Salat Idul Fitri diberlakukan hal yang sama. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, telah melakukan rapat bersama antara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok dengan Forkopimda, MUI Kota Depok, Komisi Fatwa MUI, dan Dewan Pakar, telah menyepakati bersama terkait salat Idul Fitri (Id) di tengah Covid-19.

“Kami sepakat secara bersama memutuskan pelaksanaan Salat Idul Fitri, masyarakat dapat melaksanakan Id di rumah dengan keluarga inti,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Masyarakat juga diminta untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan, musala, maupun di masjid saat Covid-19 tengah terjadi di Kota Depok. Hal itu dilakukan untuk kemaslahatan dan keselamatan masyarakat.

Terkait Covid-19 di Kota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, masih ada penambahan kasus konfirmasi sebanyak delapan kasus. Namun, disisi lain terjadi penambahan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 17 orang. Untuk itu Pemerintah Kota Depok meminta masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti protokol PSBB Kota Depok.

“Semoga jumlah yang sembuh dari Covid-19 dapat terus bertambah,” harap Mohammad Idris.

Adapun data Covid-19 Kota Depok pada Jumat (15/5), terdapat 377 orang positif, sembuh 84 orang, meninggal 21 orang. Untuk Orang Tanpa Gangguan (OTG) sebanyak 1.443 orang, selesai pemantauan 635 orang, masih dalam pemantauan 808 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.521 orang, selesai pemantauan 2.035 orang, dan masih dalam pemantauan 1.486 orang. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1.362 orang, selesai pengawasan 690 orang, dan masih dalam pemantauan 672 orang. Untuk PDP yang meninggal sebanyak 66 orang.

Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR yang datanya hanya dikeluarkan PHEOC Kemenkes RI. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya