harga ayam dan bawang naik
BERBELANJA : Sejumlah warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Agung, Jalan Proklamasi Raya, Keccamatan Sukmajaya, Minggu (17/5). Harga beberapa jenis kebutuhan melonjak naik seperti harga ayam per ekor naik menjadi Rp40.000 dan bawang merah Rp70.000/kg. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
harga ayam dan bawang naik
BERBELANJA : Sejumlah warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Agung, Jalan Proklamasi Raya, Keccamatan Sukmajaya, Minggu (17/5). Harga beberapa jenis kebutuhan melonjak naik seperti harga ayam per ekor naik menjadi Rp40.000 dan bawang merah Rp70.000/kg. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepekan jelang Idul Fitri 1441 Hijriah harga bahan pokok mulai terkerek naik. Dua jenis : bawang merah dan ayam naiknya disejumlah pasar tradisional sangat signifikan, Minggu (17/05). Di Pasar Agung Kecamatan Sukmajaya Kota Depok misalnya, bawang merah sudah mencapai Rp70 ribu perkilogram (Kg), dan ayam Rp40 ribu perekor.

Pedagang ayam potong di Pasar Agung Jaya, Mulyono mengatakan, mengikuti peternak yang menaikan harga ayam, sehingga mau tidak mau menjualnya ke konsumen juga dinaikan.

“Sebelumnya Rp35 ribu. Sekarang sudah Rp40 ribu. Ini semenjak seminggu terkakhir alami kenaikan harian,” jelasnya saat diwawancarai Harian Radar Depok di los dagangannya, Minggu (17/05).

Meski ada kenaikan harga. Mulyono menuturkan, pembelian ayam potong juga terus meningkat. Tampaknya masyarakat di tengah wabah covid 19 tidak menurunkan minat untuk mengkonsumsi ayam. Setiap harinya, ayam yang keluar untuk pelanggan bisa mencapai 20 hingga 30 ekor. Dengan ukuran yang bervariatif.

“Pembeli sama sekali tidak mengalami penurunan. Mungkin karena ramadan dan jelang lebaran,” terang bapak berusia 48 tahun ini.

Lain halnya di Pasar Pucung Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Seorang pedagang ayam potong, Masto menuturkan, kenaikan 10 hari belakangan ini terus meningkat, tapi tiga hari terakhir harga yang paling melesat tajam.

Biasanya ia menjajakan ayam hidup satu ekor perkilonya bisa di bawah angka Rp 20 ribu, kini melonjak ke angka Rp 27 ribu bahkan lebih. Tergantung pemebelian dalam partai besar atau kecil.

“Kita bisa kasih harga di bawah kalau ambil banyak. Tapi kalau hanya 1 atau dua ekor itu harganya tinggi, tergantung ukuran ayamnya. Bisa sampai Rp40 ribu,” beber Masto kepada Radar Depok.

Harga lonjakan juga terjadi di Pasar Musi. Seorang pedang sayur Silastri yang juga menjual bumbu dapur menuturkan, harga bawang merah terus mengalami kenaikan. Minggu (17/05) bawang merah perkilo bertengger di angka Rp70 ribu perkilonya.

“Seminggu ini terus alami kenaikan. dari berapa harga sebelumya Rp55 ribu, intinya naik. Kita ambil dari induk juga naik,” jelas Silastri di los dagangannya.

Meski begitu, tak jauh berbeda dengan pedangang lainnya, permintaan juga tetap mengalir baik yang untuk berdagang maupun yang membeli kebutuhan harian. Beli seperempat atau setengah kilo, harganya lebih mahal dari pada satu kilonya.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan menyebutkan, harga bahan makanan tidak ada kenaikan, bahkan harga bahan makanan cenderung stabil. Seperti harga daging impor yang dibandrol dengan harga Rp90.000 perkilogram, sementara daging lokal khas dalam dibandrol Rp120.000 perkilogram.

Harga stabil juga di tunjukan pada harga daging ayam broiler Rp40.000 perkilogram, sedangkan harga telur masih berkisar Rp21.000 perkilogram. Harga cabai juga tidak mengalami pelonjakan, saat ini harga cabai merah keriting masih berkisar Rp20.000 perkilogram, dan cabai rawit hijau Rp 16.000 perkilogram.

Sementara itu, harga gula pasir curah berkisar Rp16.000. Sementara terigu masih berkisar diharga Rp10.000 perkilogram. Bawang putih harganya malah turun, bawang putih cutting yang sebelumnya Rp32.000 perkilogram kini turun menjadi Rp30.000 perkilogram. Harga bawang putih biasa juga turun dari sebelumnya Rp30.000 perkilogram, kini turun menjadi Rp27.000 perkilogram.

“Saya meminta masyarakat agar tidak berbelanja secara berlebihan karena persediaan mencukupi,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (17/05).

Dia juga mengatakan, telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sembako di beberapa pasar modern. Dari hasil pemantauan tersebut, stoknya masih mencukupi.

“Hasil pemantauan di pasar modern dan pasar tradisional, ketersediaan dan pasokan bahan pokok aman. Hanya saja ada beberapa toko yang persediaan gula pasirnya menipis,” kata Zamrowi.

Guna mencegah potensi panic buying di pasar modern, lanjut Zamrowi, pihaknya memberlakukan pembatasan pembelian untuk komoditi tertentu. Seperti, gula pasir, mie instan, dan beras. (rd/arn/rub)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu  (IG : @kelmanutuarnet), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya