PSBB di depok ramai lancar
PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta – Depok, Senin (20/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PSBB di depok ramai lancar
PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta – Depok, Senin (20/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok rencananya akan diperpanjang. Menyusul telah diajukannya perpanjangan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris sampai 14 hari kedepan atau tepatnya sampai 26 Mei 2020.

Permohonan perpanjangan masa PSBB itu tertuang dalam surat Wali Kota Depok Nomor 443/233/Huk/GT tanggal 11 Mei 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di Wilayah Kota Depok, untuk 1 kali masa inkubasi 14 hari terhitung mulai Rabu (13/5).

“Sore ini (Senin, 11/05) telah dilayangkan Surat Wali Kota Depok yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat,” ujar Idris.

Idris menyatakan, alasan dari pengajuan perpanjangan PSBB, agar bisa terus menekan laju peningkatan penyebaran virus Korona (Covid-19) di Kota Depok.

Idris mengaku, selama PSBB tahap I dan II, pihaknya mendapati tren penurunan terkait penambahan jumlah kasus per hari, baik yang positif, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun orang tanpa gejala (OTG).

“Masih terjadi penambahan kasus dalam setiap harinya yang disebabkan oleh import case dan transmisi lokal, serta masih tingginya pergerakan orang,” jelas Idris.

Masa PSBB tahap II di Kota Depok dipastikan berakhir pada Selasa (12/5), bersama dengan Bogor dan Bekasi setelah kali pertama diberlakukan pada 15 April sekaligus menjadi kawasan pertama di Jawa Barat yang memberlakukan PSBB.

Sementara itu, berdasarkan data resmi yang dirilis Pemerintah Kota (Pemkot) Depok per Senin (11/5), jumlah kasus positif kini berjumlah 360 kasus, dengan jumlah kasus sembuh 65 orang, dan 21 meninggal dunia.

Jumlah itu sekaligus menempatkan Kota Depok sebagai wilayah dengan jumlah kasus paling banyak di Jawa Barat, di atas Kota Bekasi dan Kota Bandung. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya