Gegara Virus Korona, Jumlah Penerima Bansos di Jawa Barat Bertambah

In Utama
ridwan kamil menulis
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Dampak pandemi virus Korona (Covid-19) tergolong signifikan di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hal itu, terlihat dari meningkatnya jumlah pemohon bantuan sosial (bansos) di Tanah Pasundan -sebutan Jabar-.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menjelaskan, sebelum adanya pandemi virus Korona, ada 9 juta jiwa atau 25 persen dari total warga Jawa Barat yang memerlukan bansos. Namun, setelah penyebaran virus Korona, jumlah warga yang membutuhkan bansos mencapai 38 juta jiwa atau 65 persen dari total penduduk Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019 jumlah penduduk di Jawa Barat mencapai 49,31 juta jiwa. Sedangkan, menurut Ridwan Kamil di tahun 2020, jumlah penduduk sudah mencapai 50 juta jiwa.

“Bayangkan, dari 9 juta melonjak menjadi 38 juta jiwa yang harus diberi bantuan. Ini sungguh situasi yang sangat berat,” kata Ridwan dalam video conference, Jumat (8/5).

Pria yang kerap disapa Kang Emil tersebut mengatakan, kondisi tersebut, menunjukkan situasi darurat ekonomi. Bahkan, potensi darurat sosial politik, dikhawatirkan bisa terjadi pada situasi darurat ini.

Namun, hal tersebut diperkirakan tidak akan terjadi bila pemerintah dapat mengendalikan situasi darurat ekonomi secara terukur.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah menyusun aliran-aliran bansos yang akan diberikan kepada warga terdampak pandemi virus Korona.

Mengutip laman resmi Pemprov Jawa Barat, bansos senilai Rp 500 ribu dari Pemda Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu dari sembilan pintu bantuan kepada warga terdampak pandemi virus Korona.

Sembilan pintu tersebut meliputi Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, serta bansos dari presiden untuk perantau di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Kemudian, dana desa yang dikhususkan bagi kabupaten, Kartu Prakerja, bantuan tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos), bansos provinsi, dan bansos dari kabupaten/kota.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu, yang bertujuan memastikan semua masyarakat Jawa Barat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

Aliran bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah ini berbeda nilai, jenis, waktu penyebaran dan mekanismenya.

Bantuan dari Pemprov Jawa Barat dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, bantuan provinsi untuk menutupi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang masih kurang. Kedua, bantuan dari Pemprov yang mayoritas ditujukan untuk non-DTKS.

“Terakhir, bantuan dari Pemprov yang akan dicadangkan untuk warga yang terlewat dari pendataan,” tulis Pemprov Jawa Barat dalam laman resminya, dikutip Jumat (8/5). (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pintu dua RSUD depok

Pintu Dua RSUD Kota Depok Dibuka

SOSIALISASI : Suasana sosialisisasi pembukaan pintu dua RSUD Kota Depok, di Aula Kantor Kecamatan Sawangan.

Read More...
imam budi bermasker hitam

IBH : Jangan Lengah, Covid-19 Masih Ada

Imam Budi Hartono   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Anggota DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono meminta masyarakat, untuk

Read More...
KPU sosialisasi tahapan

KPU Depok Sosialisasi Tahapan Pencalonan

SAMBUTAN : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan sambutan dalam sosialisasi tahapan pencalonan

Read More...

Mobile Sliding Menu